Rabu, 8 April 2026

PILPRES 2024

Sidang Vonis MKMK Hari Ini hingga Pernyataan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko beri tanggapan jelang putusan MKMK, Selasa (7/11). Menurutnya, dugaan pelanggaran etik ini murni masalah hukum

Editor: Dewi Haryati
(TRIBUNNEWS/HERUDIN)
Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko memberikan tanggapannya jelang putusan MKMK terkait dugaan pelanggaran etik hakim MK yang akan diputus, Selasa (7/11/2023) 

TRIBUNBATAM.id - Sidang putusan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) terkait dugaan pelanggaran etik hakim MK akan digelar hari ini, Selasa (7/11/2023) sore.

Putusan akan dibacakan sekira pukul 16.00 WIB setelah sidang pleno MK.

Adapun dugaan pelanggaran etik hakim MK ini terkait putusan batas usia calon presiden dan calon wakil presiden yang kontroversial.

Putusan MK itu meloloskan langkah Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden Joko Widodo sebagai bakal cawapres untuk Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024.

Sementara paman Gibran, Anwar Usman (Ketua MK) yang juga adik ipar Jokowi ikut menangani perkara tersebut.

Jelang putusan MKMK ini, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko juga memberikan tanggapannya.

Ia mengatakan, persoalan dugaan pelanggaran kode etik hakim MK yang saat ini sedang berproses dalam sidang MKMK, murni masalah hukum.

Baca juga: Pandangan 4 Pakar Hukum Soal Vonis MKMK Besok dan Dampaknya Gibran Jadi Cawapres

Moeldoko juga menegaskan, masih banyak masalah lain yang harusnya mendapat perhatian masyarakat.

Hal itu disampaikannya merespons putusan MKMK yang akan dibacakan hari ini.

"Ya saya pikir ini persoalan hukum murni ya. Kita menginginkan situasi yang baik lah," ujar Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/11/2023) dilansir dari Kompas.com.

Ia pun mengimbau masyarakat tetap tenang menanggapi putusan MKMK tersebut.

Pada tahun politik saat ini, menurutnya masyarakat harus menjaga kondisi politik agar tidak mengalahkan perhatian publik terhadap isu-isu lain.

Sebab, banyak hal penting lain yang harus mendapatkan atensi publik, misalnya masalah ketahanan pangan, energi dan kondisi ekonomi global.

"Mari kita jaga sama-sama kondisi ini. Kita menjaga situasi politik ini jangan mengalahkan yang lain-lain. Banyak kok urusan negara yang lain gitu. Kita menghadapi urusan pangan, menghadapi urusan energi, ekonomi global, dan seterusnya," ungkapnya.

"Itu tuh lebih penting daripada sekedar urusan politik. Pada akhirnya (jika terlalu memikirkan politik) malah bikin instability. Pada akhirnya so what," tambahnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved