ANAMBAS TERKINI
Cuaca Ekstrem di Anambas Musim Utara serta Analisa BMKG
Cuaca ekstrem di Anambas yang biasa disebut musim utara jadi perhatian BMKG. Berikut analisa mereka.
Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Septyan Mulia Rohman
ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Cuaca ekstrem di Anambas biasa terjadi menjelang akhir tahun.
Kondisi ini hampir terjadi setiap tahunnya.
Warga setempat menyebutnya dengan musim angin utara atau musim utara.
Saat musim ini, hujan intensitas tinggi, angin kencang hingga gelombang laut ekstrem terjadi.
BMKG melalui Stasiun Meterologi Tarempa menyatakan, musim utara alias musim hujan itu akan berlansung mulai Desember 2023 hingga Februari 2024.
Kepala BMKG Tarempa Samuel Sutanto Sidauruk mengatakan, untuk puncak musim utara akan terjadi pada Januari 2023.
"Ketika memasuki musim utara, secara klimatologi nantinya akan sering terjadi hujan," ucapnya kepada TRIBUNBATAM.id, Rabu (8/11/2023).
Ia menyebut, penyebab musim utara itu karena adanya fenomena peralihan angin memasuki angin muson Asia.
Angin muson Asia yang secara periodik mulai November - Mei ini rutin terjadi di wilayah Indonesia khususnya wilayah Anambas
Angin muson Asia, disebutnya, bersifat basah dan mendukung pertumbuhan awan hujan secara masif di wilayah Anambas.
"Hal-hal ini tentunya akan memicu bencana hidrometerologi seperti angin kencang disertai petir, banjir bandang, banjir rob hingga longsor," terangnya.
Samuel juga merinci, dalam fenomena musim utara kecepatan angin maksimum yang berlansung dari utara dapat berkisar 10 - 20 knots.
"10 - 20 knots itu sama artinya dengan 40 Km/Jam dan sudah sangat cepat itu untuk kategori angin di permukaan," sebutnya.
Ia juga menambahkan, dampak musim utara yang akan berlangsung lama nantinya akan mempengaruhi gelombang laut di wilayah Anambas.
Gelombang laut itu, lanjutnya, berpotensi terjadi dengan kategori sedang hingga sangat tinggi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/bmkg-tAREMPA-SOAL-ANALISA-CUACA-EKSTREM-DI-ANAMBAS.jpg)