LINGGA TERKINI
Melihat Proses Membuat Kain Telepok dari Rumah Tenun Lingga
Bupati Lingga Muhammad Nizar, bersama Ketua Dekranasda Maratusholiha NIzar juga kembali mengunjungi lokasi tersebut baru-baru ini.
Penulis: Febriyuanda | Editor: Eko Setiawan
Mengenai aturan Istiadat bekerja besar bertabal kawin, kain telepuk dilarang dipakai oleh masyarakat yang bukan bangsawan di dalam menghadiri majelis.
Masyarakat Lingga bukan saja sekedar memakai, tetapi juga memproduksi kain telepuk dan menenun kain, khusunya di wilayah Daik, sebagai tempat kedudukan Istana Sultan Lingga-Riau
Dari segi corak, Kain Telepuk berwarna dasar biru tua dan bermotif bunga-bunga kecil-kecil berwarna kuning emas.
Membuat motif kain telepuk secara tradisional menggunakan kertas emas dengan cara di cap pada kain.
Untuk melekatkan kertas emas melekat di kain digunakan perekat tertentu.
Untuk membuat motif pada kain telepuk, Menurut Siti Zainon Ismail, yakni kain yang telah digerus dibentang untuk proses menelepuk dilakukan.
Proses telepuk dimulakan dengan menyapu sedikit gam Arab pada lengan menggunakan sudip buluh atau bambu mengikut saiz sarang bunga telepuk yang hendak digunakan.
Sarang bunga akan ditekap pada lengan beragam lalu dicetak pada permukaan kain.
Kertas emas diletakkan dengan teliti di ruang bergam dan diketuk secara perlahan dengan batang berus buluh.
Seterusnya lebihan perada disapu menggunakan berus bagi meninggalkan kesan motif yang dicetak saja.
Dalam membuat corak pada kain telepuk, ditambah motif kepala kain yang berbeda dengan motif dasar.
Kepala kain terletak ditengah-tengah dengan ukuran tertentu sepanjang lebar kain.
Kepala kain dibuat sebagai penghias kain agar lebih nampak indah dan jika dipakai diletak pada bagian belakang sebagai penanda pakaian kaum laki-laki.
Di masa kini karena keterbatasan peralatan, pembuatan motif kain telepuk mengikuti cara modern.
Pengrajin menggunakan plastik tipis transparan yang telah ditebuk tembus dengan bentuk motif tertentu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/hnsdhbdfhfd.jpg)