Rabu, 15 April 2026

GUNUNG MARAPI MELETUS

Sejumlah Jenazah Korban Erupsi Marapi Belum Dievakuasi ke Rumah Sakit

Masih ada sejumlah jenazah yang belum di evakuasi ke rumah sakit. Sejauh ini, Tim SAR masih melakukan evakuasi untuk pengiriman jenazah.

Editor: Eko Setiawan
Pos SAR 50 Kota
Proses evakuasi operasi penyelamatan pendaki Gunung Marapi yang terjebak pada saat terjadinya erupsi di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Minggu (3/12/2023). 

TRIBUNBATAM.id, BUKITTINGGI - Evakuasi korban erupsi Gunung Marapi masih terus dilakukan oleh Tim SAR di Sumatera Barat.

Informasi terbaru, dua jenazah korban erupsi Gunung Marapi sudah tiba di RSAM Bukittinggi, Senin (4/12/2023).

Kepala Markas PMI Kota Bukittinggi, Ahmad Jaiz, mengatakan tidak mengetahui identitas dan jenis kelamin korban, karena hanya bertugas mengantarkan.

"Kita hanya mengantarkan, jadi tidak tau jenis kelaminnya apa, tadi kami menerimanya sudah ada di dalam kantong, kami tadi menunggu di posko, masukan ke dalam ambulance dan bawa kesini," jelasnya.

Selanjutnya, ia mengatakan masih ada beberapa jenazah lagi yang sedang di dalam perjalanan.

"Masih ada beberapa lagi yang sedang dibawa kesini," pungkasnya.

Melansir dari  TribunPadang.com, jenazah pertama datang sekira pukul 17.50 WIB.

Sementara itu jenazah kedua datang sekira pukul 18.00 WIB atau berselang selama sekitar 40 menit.

Korban tiba di rumah sakit dengan diantar menggunakan mobil ambulance milik Palang Merah Indonesia (PMI) Bukittinggi.

Baca juga: Dua Jenazah Pendaki Korban Erupsi Gunung Marapi tiba di RSAM Bukittinggi

Jenazah tampak terbungkus dengan kantong bewarna orange tersebut langsung dibawa masuk kedalam ruangan ante mortem.

Tim Identifikasi Jenazah Disiapkan

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Barat (Sumbar) siapkan tim untuk identifikasi jenazah pendaki Gunung Marapi yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Proses identifikasi akan dilakukan di Rumah Sakit Achmad Mochtar Bukittinggi sebagai posko evakuasi.

Kasubid Dokpol Bikdokes Polda Sumbar Dr. Eka Purnamasari, mengatakan proses identifikasi dilakukan untuk jenazah yang ditemukan dalam kondisi tidak sempurna atau rusak agar tidak terjadi kesalahan saat penyerahan kepada keluarga.

"Kami akan melakukan identifikasi terlebih dahulu, khususnya untuk jenazah yang mungkin mengalami kerusakan. Ini agar nantinya tidak terjadi kesalahan identifikasi saat diserahkan kepada keluarga korban," katanya, Senin (4/12/2023).

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved