MATI AIR DI BATAM
Hotel di Batam Keluar Ratusan Juta Rupiah Gegara Mati Air Berhari-hari
Nasib hotel di Batam imbas mati air selama lima hari diungkap Sekretaris PHRI BPD Provinsi Kepri, Yeyen Heryawan.
Yeyen sangat menyayangkan ada kejadian ini, ia mengungkapkan, problem mati air sebenarnya bukan pertama kalinya dirasakan hotel-hotel di Batam.
Sebelumnya, krisis mati air sempat beberapa kali terjadi, dengan alasan perbaikan pipa.
Apalagi, menurutnya, jelang akhir tahun adalah momen yang krusial, karena tingkat okupansi hotel meningkat pesat.
Angka okupansi saat ini bahkan telah mencapai 80-85 persen.
Baca juga: Mati Air di Batam 5 Hari Buat Gusar Warga Bengkong, Minta ABH Kirim Mobil Tangki
Selain itu, pemesanan untuk venue meeting room juga telah padat dengan berbagai acara.
"Ini adalah suatu hambatan. Air sangat diperlukan bagi operasional hotel. Jika tamu kecewa, maka dampak bumerang akan terasa pada kita semua," ujar Yeyen.
Ke depannya, Yeyen berharap dapat menjalankan hearing bersama pihak SPAM Batam. Dalam hal ini, PHRI ingin mendengar dan mengetahui tentang peta maintenance saluran air di masa yang akan datang, agar kondisi krisis air bisa diantisipasi.
Ia juga mengungkapkan, dalam waktu dekat ini, yakni di bulan Februari 2024, Kota Batam akan menjadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional PHRI seluruh Indonesia.
Acara ini akan menghadirkan perwakilan PHRI dari 37 provinsi, sebanyak 500-an orang.
Dengan demikian, ia berharap kondisi krisis air tidak terulang kembali.
"Kami hanya berharap, kalau pun ada kendala penyaluran air karena maintenance dan lain sebagainya, agar jangan sampai berhari-hari seperti ini. Mari sama-sama menjaga pariwisata Batam tetap kondusif," harap Yeyen.(TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Nasib-hotel-di-Batam-imbas-mati-air-berhari-hari.jpg)