BATAM TERKINI
Kadin Ungkap 3 Tantangan Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Batam 2024
Selain Kadin Batam terkait tantangan dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi 2024, BP Batam mengungkap sektor industri favorit andalan bagi investor.
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batam, Jadi Rajagukguk menilai, ada tiga tantangan besar yang harus diperbaiki dalam upaya pertumbuhan ekonomi Batam di tahun 2024.
Tiga tantangan tersebut terletak pada peningkatan lalu lintas orang, peningkatan lalu lintas barang dan perbaikan pelayanan yang disokong kebijakan yang tepat.
"Tiga tantangan ini saya ibaratkan sebagai jaringan pembuluh darah di tubuh, yaitu arteri, vena, dan kapiler. Kalau salah satunya tersumbat, maka kondisi tubuh akan bermasalah," ujar Jadi, saat memberikan paparan dalam acara Batam Economic Outlook 2024 di kantor BP Batam, Kamis (21/12/2023).
Ia mencontohkan, potensi pariwisata di Batam sangat besar, terbukti jumlah wisatawan mancanegara (wisman) saja mencapai hampir 2 juta kunjungan.
Kontribusi pariwisata Batam terhadap perekonomian, menurut Jadi, juga sangat besar, bisa mencapai 30 hingga 40 persen.
Baca juga: Dorong Pertumbuhan Ekonomi Batam Gerakan Ekonomi Bintan dan Tanjungpinang
"Pariwisata itu dari hulu ke hilir, semua dapat rezekinya. Makanya ini sangat penting," ujar Jadi.
Oleh karenanya, lalu lintas orang harus dipermudah dengan berbagai kebijakan dan relaksasi.
Contohnya, Pemerintah dapar berkoordinasi dengan pemerintah negara tetangga, Singapura dan Malaysia, dalam penerapan Visa on Arrival (VOA) gratis untuk keperluan kunjungan ke Batam.
Selain lalu lintas orang, Pemerintah juga didorong memperkuat pintu-pintu masuk barang di Batam, khususnya pelabuhan.
Jika dibandingkan, gabungan negara Singapura dan Malaysia dapat melayani masuknya peti kemas barang sampai 50 juta TEUs per tahun.
Sedangkan Kota Batam, Provinsi Kepri baru melayani sekitar 500.000 TEUs per tahun.
Baca juga: Kehadiran KEK NDP Tingkatkan Nilai Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi Batam
Tantangan selanjutnya, kebijakan dan pelayanan harus diperbaiki dan dipermudah.
Ia mencontohkan beberapa langkah yang bisa mulai dilakukan, yakni mempercepat pelayanan di pintu masuk pelabuhan; harga tiket ferry penyeberangan bisa dibuat lebih murah; VOA digratiskan; pemeriksaan dokumen keimigrasian diperingkas, dan lain sebagainya.
"Ini tidak mustahil kita jalankan, apalagi, Batam kan ditopang oleh lima anggaran, yaitu APBN, APBD Pemko Batam, Anggaran BP Batam, APBD Pemprov Kepri, dan anggaran dari konsumsi masyarakat," tambah Jadi.
Diskusi Batam Economic Outlook 2024 diikuti oleh para pelaku industri dan pemerintah, yang ada di Kota Batam.
Melalui diskusi ini, Kadin Batam menghadirkan narasumber kompeten, di antaranya, Dubes RI di Singapura, Suryo Pratomo.
Kemudian Konjen RI di Johor Bahru, Sigit Suryantoro Widiyanto; dan Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam, Wahjoe Triwidijo Koentjoro dipandu oleh Dr. Ampuan Situmeang selaku moderator.
Baca juga: Pergerakan Penumpang Meningkat 2023, Kebangkitan Ekonomi Batam Semakin Terlihat
KLAIM BP Batam
Sementara BP Batam mengklaim ada lima sektor industri menjadi andalan dalam menarik minat Penanaman Modal Asing (PMA) di kota ini sepanjang Triwulan III Tahun 2023.
Berdasarkan data Kementerian Investasi RI, nilai realisasi PMA di Batam mencapai USD 120,12 juta atau setara Rp 1,78 triliun dari 372 proyek.
Angka ini naik 18,5 persen dibandingkan dengan Triwulan III Tahun 2022 yang hanya USD 101,34 juta atau Rp 1,5 triliun dari 327 proyek.
Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait mengapresiasi kinerja investasi di Batam. Ia mengatakan, hal ini menunjukkan Batam masih menjadi tujuan utama para investor asing di Indonesia.
Baca juga: Pergerakan Penumpang Meningkat 2023, Kebangkitan Ekonomi Batam Semakin Terlihat
"Kami berterima kasih kepada para investor yang telah mempercayakan Batam sebagai tempat berinvestasi. Kami juga berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik dan fasilitas yang memadai bagi para investor," ujarnya, Kamis (21/12/2023).
Ariastuty menambahkan, BP Batam juga terus berupaya untuk meningkatkan daya saing Batam di kancah internasional. Salah satunya adalah dengan mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung kota, seperti jalan, jembatan, pelabuhan, bandara, dan kawasan industri.
"Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif dan harmonis di Batam. Kami berharap, dengan adanya sinergi yang baik, Batam dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional," tuturnya
Adapun kelima sektor industri yang mendominasi realisasi PMA di Batam adalah:
1. Industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik, dan jam.
Sektor ini menyumbang USD 53,68 juta atau Rp 794,48 miliar dari 135 proyek.
Sertaktor merupakan sektor unggulan Batam yang telah beroperasi sejak lama dan memiliki pasar global yang luas
2. Industri makanan. Sektor ini menyumbang USD 40,58 juta atau Rp 600,66 miliar dari 55 proyek.
Sektor ini merupakan sektor yang tumbuh pesat seiring dengan meningkatnya permintaan konsumen di dalam dan luar negeri.
Beberapa produk makanan yang dihasilkan di Batam antara lain minuman ringan, biskuit, permen, cokelat, dan makanan olahan lainnya
3. Industri karet dan plastik. Sektor ini menyumbang USD 19,28 juta atau Rp 285,40 miliar dari 55 proyek.
Sektor ini merupakan sektor yang memiliki potensi besar karena produknya banyak digunakan di berbagai industri lain, seperti otomotif, elektronik, kesehatan, dan konstruksi.
4. Industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya
Sektor ini menyumbang USD 4,98 juta atau Rp 73,75 miliar dari 84 proyek.
Sektor ini merupakan sektor yang mendukung kebutuhan industri lain, seperti industri mesin, elektronik, dan otomotif.
Beberapa produk yang dihasilkan di sektor ini antara lain besi, baja, aluminium, tembaga, seng, dan barang logam lainnya
5. Industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lain
Sektor ini menyumbang USD 1,6 juta atau Rp 23,73 miliar dari 43 proyek.(TribunBatam.id/Hening Sekar Utami/Aminuddin)
Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Kadin-Batam-soal-arah-pertumbuhan-ekonomi-Batam-2024.jpg)