HARGA GAS DI BATAM
Pertamina Sebut Penetapan HET Gas 3 Kg Kewenangan Pemerintah
Pemerintah menurut Pertamina memiliki kewenangan dalam menetapkan HET gas 3 kg seperti di Batam dan sejumlah daerah di Kepri.
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pertamina menyebut penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji 3 Kg di suatu wilayah merupakan kewenangan pemerintah.
Area Manager Comm, Rel and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Susanto August Satria menjelaskan regulasi itu mnanggapi harga gas 3 kg di Batam yang naik jadi Rp21 ribu.
Pertamina juga memastikan bahwa saat ini stock dalam keadaan aman.
Ia mengimbau kepada masyarakat tidak perlu khawatir.
Pertamina terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar pendistribusian LPG ini dapat terus berjalan dengan baik dan lancar terlebih dalam masa satgas Natal 2023 dan tahun baru 2024.
"Kami sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyalurkan energi bagi masyarakat berfokus pada pelayanan dan pendistribusian energi bagi masyarakat atau dalam hal ini elpigi 3 kilogram," ujar Satria via telepon, Jumat (22/12/2023).
Harga Eceran Tertinggi (HET) gas elpiji 3 kilogram (kg) di seluruh pangkalan di Kota Batam, Kepulauan Riau naik harga mulai Jumat (22/12/2023).
Dari sebelumnya Rp 18 ribu menjadi Rp 21 ribu mulai besok.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau mengatakan perubahan penetapan HET gas melon tersebut berdasarkan hasil kajian Pemerintah Kota (Pemko) Batam menggunakan konsultan jasa penilai publik (KJPP).
Serta pembahasan panjang melalui rapat internal Pemko Batam berkonsultasi dengan Dirjen Migas Kementerian ESDM dan pembahasan bersama Pemprov Kepri.
Baca juga: Polemik Harga Gas 3 Kg di Batam Naik, Warga Tak Masalah Asal Jangan Langka
"HET elpiji 3 Kg Rp18 ribu itu sudah dari tahun 2014 atau selama 9 tahun belum mengalami penyesuaian harga. Setelah kami lakukan kajian, penyesuaian HET dari sebelumnya itu menjadi Rp21 ribu dan akan kita terapkan mulai besok," ujar Gustian di Gedung DPRD Batam.
Diakuinya penyesuaian HET elpiji 3kg itu dilakukan dengan menimbang tiga faktor yakni, peningkatan biaya transportasi (harga BBM Solar menjadi Dexlite), kenaikan kurs dolar Singapura saat ini 11.600 dan kenaikan UMK Kota Batam.
"Penyesuaian HET elpiji 3kg ini sebelumnya sudah dilakukan di Kabupaten Bintan dan Karimun, mereka sudah penandatanganan. Hanya saja belum diberlakukan, karena masih menunggu Kota Batam. Jadi kita termasuk yang ketiga di wilayah Kepri ini yang melakukan penyesuaian HET elpiji 3kg," katanya.
Terpisah, Wakil Ketua DPC Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Kepri, Adrian Fensuri mengakui HET tersebut sudah berlaku dari 2014 sampai 2023.
Belum ada penyesuaian sama sekali.
Baca juga: Harga Gas 3 Kg di Batam Naik Mulai Hari Ini, FSPMI Sebut Kado Pahit saat Hari Ibu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/17102022ilustrasi-gas-3-kg-di-Batam.jpg)