BATAM TERKINI

Relokasi Warga Rempang Terus Berjalan, Sudah 94 KK Pindah ke Hunian Sementara

Pengembangan Rempang Eco City merupakan program prioritas pemerintah pusat untuk mengembangkan kawasan industri dan pariwisata di Pulau Rempang.

Tribunbatam.id/Ucik Suwaibah
TNI, Polsek Galang, dan ditpam BP Batam membantu perpindahan warga Rempang untuk tinggal di hunian sementara, Rabu (27/12/2023). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Jumlah warga Rempang yang pindah ke hunian sementara yang disediakan oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam terus bertambah.

Hingga kini, sudah 94 Kepala Keluarga (KK) yang pindah ke hunian sementara tersebut.

Pada Rabu (27/12/2023), sebanyak 8 KK lagi yang berasal dari Sembulang Camping dan Sembulang Pasir Merah menempati hunian sementara yang berlokasi di Tanjung Piayu.

Mereka mengikuti jejak 86 KK lainnya yang sudah lebih dulu pindah sejak November 2023.

Pengembangan Rempang Eco City merupakan salah satu program prioritas pemerintah pusat untuk mengembangkan kawasan industri dan pariwisata di Pulau Rempang.

Proyek ini membutuhkan lahan seluas 1.500 hektar yang meliputi 11 desa di Kecamatan Galang.

Untuk menjamin hak-hak warga yang terdampak, Presiden Joko Widodo telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 78 Tahun 2023 tentang Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan dalam rangka Penyediaan Tanah untuk Pembangunan Nasional.

Baca juga: Bertambah Lagi, Giliran 8 Kepala Keluarga Warga Rempang Batam Pindah Mandiri 

Baca juga: Bang Long Tahan Tangis Dipeluk Pengunjung Sidang Aksi Bela Rempang di Batam

Perpres ini mengatur tentang kompensasi, relokasi, dan rehabilitasi sosial bagi warga yang harus merelakan tanah dan rumahnya.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, mengapresiasi partisipasi dan dukungan warga Rempang dalam pengembangan Eco City.

Ia berharap, proyek ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di bidang ekonomi dan lingkungan.

“Saya mengajak kita semua untuk saling bersinergi demi mewujudkan Batam yang maju dan modern. Ini penting untuk kemajuan Kota Batam kedepannya,” ujar Muhammad Rudi.

Menurut data BP Batam, ada sekitar 1.200 KK yang terdampak oleh pengembangan Rempang Eco City.

Mereka akan mendapatkan hunian baru yang permanen setelah proyek selesai.

Selain itu, mereka juga akan mendapatkan bantuan modal usaha, pelatihan keterampilan, dan fasilitas pendidikan dan kesehatan.

Beberapa warga yang sudah pindah ke hunian sementara mengaku senang dan optimis dengan pengembangan Rempang Eco City.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved