Minggu, 26 April 2026

DRIVER ONLINE DI BATAM BENTROK

Dua Kelompok Driver Online di Batam Buka Suara Soal Bentrokan Depan Hotel Utama

Dua kelompok driver online di Batam yang terlibat bentrokan depan Hotel Utama buka suara soal kejadian pada Minggu (12/10/2025) dini hari.

Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Ucik Suwaibah
BENTROKAN DRIVER ONLINE DI BATAM - Lokasi bentrokan dua kelompok driver online di Batam, Minggu (12/10/2025). Perwakilan Komando Batam dan ADOB buka suara soal bentrokan sekira pukul 02.00 WIB itu. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Dua kelompok driver online yang terlibat bentrok di depan Hotel Utama, Lubuk Baja, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Minggu (12/10/2025) sekira pukul 02.00 WIB buka suara.

Ketua Komunitas Andalan Driver Online (Komando) Batam, Feryandi Tarigan mengungkap jika pemicu awal bentrokan diduga adanya konten video provokatif dari pimpinan Aliansi Driver Online Batam (ADOB).

Video tersebut kemudian diunggah di medsos TikTok.

"Karena salah satu pembina ADOB membuat video konten provokasi yang menyebut kalimat tidak mengenakkan kepada para driver online yang diunggah di medsos (Tiktok)," kata Feryandi.

Ia mengaku telah meminta penjelasan soal maksud dari video tersebut, namun justru mendapat respons yang dinilai menyinggung.

"Ada konten video yang menyinggung driver online, waktu itu kami minta penjelasan juga. Malah menyebut 'perang aja' sekalian, dengan kalimat yang menurut kami menantang," bebernya.

Pihaknya sebenarnya sudah menahan diri agar tidak terprovokasi. 

Namun, malam itu sebelum mediasi berlangsung di Polresta Barelang, sejumlah kendaraan berstiker Komando justru diberhentikan oleh pihak ADOB.

Hal itulah yang membuat bentrokan tak terhindarkan dan akhirnya pecah.

"Dari situlah muncul keributan. Bahkan istri salah satu anggota kami yang kebetulan lewat di depan Hotel Utama dipukul, sekarang masih dirawat. Itu yang jadi pemicunya," ungkapnya.

Berdasarkan catatannya, setidaknya ada sembilan driver dari Komando mengalami luka-luka akibat bentrokan tersebut. 

"Infomasi korban dari kami termasuk istri anggota kami jadi ada 9 orang korban luka, sementara mobil ada lima," sebutnya.

Feryandi menduga ada pihak yang sengaja menciptakan kondisi bentrokan ini.

Ia menyerahkan sepenuhnya kepada polisi untuk mengusut tuntas kasus ini.

"Biar kepolisian yang menulusuri seperti apa, semoga tidak terulang lagi. Dugaan dari kami ada pihak yang menciptakan kondisi bentrok ini karena posisinya mereka sudah stand by," sebutnya.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved