Kamis, 23 April 2026

RAMADAN

Cara Penentuan Awal Puasa Ramadan 2024 di Indonesia Berikut Perkiraan Waktunya

Ada dua metode dalam menentukan awal puasa Ramadan yang diterapkan di Indonesia. Yakni metode rukyatul hilal dan hisab. Berikut perkiraan awal Ramadan

Editor: Dewi Haryati
TRIBUNNEWS / DANY PERMANA
PENENTUAN AWAL RAMADAN - Foto Pengurus Nahdatul Ulama saat memantau hilal dari lantai 32 pusat perbelanjaan Season City, Jakarta, Senin (8/7/2013), untuk memutuskan awal Ramadan 1434 H. 

TRIBUNBATAM.id - Ramadan 2024 sebentar lagi. Datangnya bulan Ramadan banyak ditunggu umat Islam di berbagai dunia.

Makanya tak heran, informasi kapan awal puasa Ramadan tahun ini banyak dicari masyarakat pada umumnya, termasuk di Indonesia.

Ada dua cara menentukan awal Ramadan yang diterapkan di Indonesia melansir dari Bangkapos.com.

Pertama berdasarkan metode hilal, kedua hisab.

Baca juga: Lupa Baca Niat Puasa Ramadan, Apakah Puasa Sah? Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Dua metode yang digunakan dalam penentuan awal Ramadan ini, merujuk pada cara yang diterapkan oleh ormas Islam terbesar di Indonesia, yaitu Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

NU menggunakan metode rukyat, sementara Muhammadiyah menggunakan metode hisab dalam penentuan awal Ramadan.

Nah, pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama RI akan memutuskan awal Ramadan dalam sidang isbat.

Sidang isbat maksudnya sidang yang diselenggarakan Kementerian Agama RI untuk menentukan jatuhnya awal bulan di kalender Hijriah, termasuk Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah.

Penyelenggaraan sidang isbat ini akan mempertimbangkan informasi awal berdasarkan hasil perhitungan secara astronomis atau hisab, serta hasil konfirmasi lapangan melalui mekanisme pemantauan rukyatul hilal.

Jadi di sidang isbat ini, metode rukyat dan hisab ikut menjadi rujukan awal Ramadan secara nasional.

Pada sebuah sidang isbat, Kementerian Agama RI akan melibatkan berbagai pihak untuk mendapatkan kesepakatan.

Metode Penetapan Awal Ramadan

1. Metode Rukyatul Hilal

Menurut Lapan, metode rukyat atau rukyatul hilal adalah aktivitas pengamatan hilal dengan melihat secara langsung atau menggunakan teleskop.

Sementara dilansir dari laman bali.kemenag.go.id, hilal adalah nampaknya bulan sabit muda pertama setelah terjadinya konjungsi (ijtimak atau bulan baru) di arah matahari terbenam yang dijadikan acuan jatuhnya awal bulan dalam kalender Hijriyah termasuk Ramadhan.

Kapan waktu pengamatan hilal yaitu pada hari ke-29 untuk menentukan apakah hari berikutnya sudah terjadi pergantian bulan atau belum.

Metode rukyatul hilal digunakan oleh Nahdlatul Ulama (NU) dengan melakukan pengamatan di beberapa titik di Indonesia.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved