Rabu, 27 Mei 2026

RAMADAN

Keutamaan Muhasabah Diri di Bulan Ramadan

Inilah keutamaan muhasabah diri di bulan Ramadan. Di antaranya untuk memperbaiki setiap kebaikan dan keburukan yang dilakukan

Tayang:
Editor: Dewi Haryati
capture YouTube Tribun Batam
CERAMAH RAMADAN - Safriadi dari MUI Batam menyampaikan ceramah Ramadan soal keutamaan muhasabah diri 

TRIBUNBATAM.id - Ramadan 2024 semakin dekat. Perkiraannya awal Ramadan tahun ini jatuh pada 11 atau 12 Maret mendatang.

Salah satu hal yang perlu umat Islam siapkan untuk menyambut Ramadan, yakni memuhasabah diri atau introspeksi diri.

Tujuannya agar bisa mengisi bulan Ramadan dengan amal dan ibadah yang maksimal.

Ustaz Safriadi MPd dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Batam dalam ceramah Ramadan 2022 lalu mengatakan, muhasabah diri merupakan suatu hal yang penting dalam agama Islam.

Baca juga: Lima Etika Bermedia Sosial dalam Islam, Persiapan Sambut Ramadan 2024

Dan hendaknya setiap manusia menjadikan muhasabah sebagai kebutuhan pokok di dalam kesehariannya.

Terlebih lagi dalam agama Islam, muhasabah memberikan manfaat yang besar dan baik dalam kehidupan di dunia dan di akhirat kelak.

Arti Muhasabah

Pertama, makna secara bahasa. Kata muhasabah berasal dari Bahasa Arab, dari akar kata hasibayah sabuhisaab yang maknanya melakukan perhitungan.


Kedua, makna muhasabah secara istilah syar’i, yaitu dari akar kata haasabayu haasibu muhaasabah, yang artinya berusaha untuk melakukan evaluasi atau introspeksi diri terhadap setiap kebaikan dan keburukan beserta semua aspeknya.

Ruang Lingkup Muhasabah Diri

Introspeksi tersebut mencakup seluruh amalan keseharian, baik hubungan atau muamalah sebagai seorang hamba kepada Allah.

Seperti, pelaksanaan ibadah wajib, salat lima waktu dalam sehari.

"Apakah kita sudah ikhlas karena Allah semata? Khusyuk, sudah sesuai tuntunan Rasulullaah? Tepat waktu dan tidak tertunda? Atau malah sebaliknya wal-‘iyaadzubillaah?," katanya dalam ceramah Ramadan, rubrik kerja sama MUI Batam dan Tribun Batam yang tayang pada 29 April 2022 lalu.

Apabila didapati beberapa kekurangan dalam ibadah kita, maka kita harus segera beristighfar memohon ampunan-Nya dan berusaha untuk memperbaikinya dari hari ke hari, dan terus senantiasa memohon petunjuk dari-Nya.

Itulah pentingnya bermuhasabah dalam keseharian, termasuk saat bulan Ramadan.

"Dengan bermuhasabah, Allah akan tuntun hati kita untuk selalu berbuat taat," ujar Ustaz Safriadi.

Bila suatu kali kita tergelincir, maka dengan bermuhasabah insya-Allah akan menjadikan hati lebih sensitif dan waspada.

"Sebab, hati yang bernoda karena dosa dan kesalahan akan membuat pemiliknya merasa gelisah dan tidak tenang. Maka dengan introspeksi diri, insya-Allah hati akan kembali jernih dengan taubat kita kepada Allah dengan semurni-murninya taubat," katanya.

Baca juga: Persiapan menuju Ramadan, Inilah Keutamaan Zikir

Amalan muhasabah ini mencakup di dalamnya hubungan vertikal, yaitu hubungan seorang hamba (manusia) dengan Allah.

Juga terdapat hubungan horizontal, yaitu; hubungan manusia dengan sesama makluk ciptaan Allah. Seperti dalam kehidupan sosial, yaitu hubungan manusia dengan sesama manusia, juga secara umum dengan tumbuhan, hewan bahkan benda mati seperti air, udara dan mati lainnya.

Dalil Muhasabah Diri Dalam Al-Quran

Allah menciptakan manusia di dunia ini tiada lain dengan suatu tujuan. Tujuan yang agung tersebut adalah beribadah kepada Allah, sebagaimana dalam firman-Nya QS. Azzariyatayat: 56:

"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku."

"Mengingat tujuan mulia tersebut, kita sebagai manusia seringkali lupa dan tidak luput dari dosa. Maka dari itu kita berusaha mengevaluasi amalan keseharian kita dengan bermuhasabah tersebut," katanya.

Mungkin ada amalan sunnah yang terlupa, atau amalan wajib yang tertunda pelaksanaannya. Dan jangan lupa untuk selalu ikhlas karena Allah semata dalam setiap amalan kita.

Telah termaktub di dalam al-Quran, mengenai hakikat muhasabah sebagaimana firman Allah dalam surat al-Hasyr ayat 18:

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan" (QS.Al-Hasyr (59):18).

Dalil Muhasabah dalam Hadits

Di dalam hadits Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Orang yang cerdas adalah orang yang mempersiapkan dirinya dan beramal untuk hari setelah kematian. Sedangkan orang yang bodoh adalah orang jiwanya mengikuti hawa nafsunya dan berangan-angan kepada Allah.” Hadits ini hasan. Maksud sabda Nabi “Orang yang mempersiapkan diri” dia berkata: Yaitu orang yang selalu mengoreksi dirinya pada waktu di dunia sebelum dihisab pada hari kiamat.

Dan telah diriwayatkan dari Umar bin Al Khattab dia berkata:

Hisablah (hitunglah) diri kalian sebelum kalian dihitung dan persiapkanlah untuk hari semua dihadapkan (kepada Rabb Yang MahaAgung). Hisab (perhitungan) akan ringan pada hari kiamat bagi orang yang selalu menghisab dirinya ketika di dunia.”

Dan telah diriwayatkan dari Maimun bin Mihran, Nabi berkata:

“Seorang hamba tidak akan bertakwa hingga dia menghisab dirinya sebagaimana dia menghisab temannya dari mana dia mendapatkan makan dan pakaiannya.” (HR.Tirmidzi Nomor 2383).

Dengan demikian muhasabah merupakan kebiasaan para salafushsholih dan orang orang beriman dalam keseharian mereka.

Baca juga: Berapa Hari Lagi Menuju Ramadan 2024? Ini Hitung Mundur dan Persiapan Menyambutnya

Hal ini dapat menjadi tolok ukur amalan mereka, apakah semakin hari amalan mereka semakin baik dan meningkat ataukah semakin menurun? Karena amalan baik dan ketaatan selalu berbanding lurus dengan iman.

Manfaat dan Keutamaan Muhasabah Diri di Bulan Ramadan

Bagi seorang muslim, terdapat berbagai macam manfaat dan keutamaan dari amalan muhasabah:

  • Dengan melakukan muhasabah diri setiap hari maka dapat mengetahui akan kelalaian diri serta sadar terhadap dosa yang telah dilakukan
  • Di sisi ruhiyah atau jiwa, muhasabah diri akan menjadikan kita lebih sadar dan mawas diri terkait kewajiban dan larangan Allah maupun Rasulullah SAW.

    Kita akan lebih paham, apakah amalan yang kita lakukan diniatkan hanya untuk Allah semata atau untuk yang lain

  • Kita jadi lebih sadar bahwa setiap kelakuan kita akan dipertanggungjawabkan di hari akhir nanti

    Seorang muslim jadi lebih takut melakukan perbuatan buruk dan maksiat. Sebab sadar bahwasanya setiap perbuatan diawasi oleh Allah SWT.

"Kesimpulannya, muhasabah diri sangatlah penting dan Allah SWT telah perintahkan di dalam Al Qur’an. Begitu juga Rasulullah SAW pun telah menasihatkan kita agar lebih berhati-hati dalam setiap perbuatan," katanya. (*)

Baca berita Tribun Batam lainnya di Google News

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved