Sabtu, 18 April 2026

KEUANGAN

Bursa Efek Indonesia Catat Kondisi Pasar Saham, Adira dan XL Axiata Raup Laba

Berdasarkam data dari Bank Indonesia, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada periode Januari 2024 berada di angka 125..

|
TRIBUNBATAM.id/IST
Foto ilustrasi pergerakan saham di Busra Efek Indonesia.. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Bursa Efek Indonesia mencatatkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah sebesar 1,2 persen (d-t-d) pada Selasa (13/2/2024) lalu.

Penutupan berada pada posisi 7.209,74 poin dibandingkan penutupan sebelumnya yang mencapai 7.297,67 poin.

Nilai transaksi pada hari tersebut sebesar Rp 9,96 triliun, dengan rata-rata transaksi harian sebesar Rp 10,25 triliun.

Hal ini disampaikan oleh Anggota Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Galeri Bursa Efek Indonesia Politeknik Negeri Batam, Andy Nugraha, dalam kanal media sosial IDX Kepulauan Riau, pada Kamis (15/2/2024).

"Secara akumulatif, investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 15,67 triliun sejak awal tahun.

Sementara, Rupiah berdasarkan kurs Bloomberg, tetap di level Rp 15.595 per US Dollar," jelas Andy.

Ia juga menjelaskan, berdasarkan data dari Bank Indonesia, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada periode Januari 2024 berada di angka 125.

Baca juga: Syarat dan Cara Beli Saham Bank BRI di Bibit Dengan Modal Rp 10 Ribu Saja

Baca juga: Trik Mendapatkan Uang dari Youtube Shorts, Begini Caranya Dapat Cuan

Angka ini meningkat dibandingkan Desember 2023 yang sebesar 124,8, dan tertinggi sejak Agustus 2023. 

Anggota Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Galeri Bursa Efek Indonesia Politeknik Negeri Batam, Andy Nugraha.
Anggota Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Galeri Bursa Efek Indonesia Politeknik Negeri Batam, Andy Nugraha. (TRIBUNBATAM.id/HENING)

Kemudian, Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) tercatat di level 115,6 untuk periode Januari 2024, lebih rendah dibandingkan bulan lalu yang sebesar 113,6.

Hal tersebut didorong oleh Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja, dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama, yang masing-masing sebesar 5,7 poin dan 1,3 poin.

"Dari sisi emiten, PT. Bersama Mencapai Puncak dengan kode emiten (BAIK) resmi tercatat sebagai perusahaan tercatat ke-18," ujar Andy.

Selanjutnya, PT. Adira Dinamika Multi Finance Tbk dengan kode emiten ADMF membukukan laba sebesar Rp 1,95 triliun sepanjang tahun 2023, dengan kenaikan 2,11 persen (y-o-y).

Di tahun 2022 lalu, laba yang diperoleh tercatat sebesar Rp 1,6 triliun.

PT. Candra Asri Pacific (dulu PT. Candra Asri Petrochemical) dengan kode emiten (TPIA) berencana merilis tiga seri obligasi senilai Rp 1,5 triliun di tahun 2024.

Dana tersebut akan dialokasikan untuk keperluan modal kerja, seperti pembelian bahan baku produksi, dan biaya operasional kegiatan usaha.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved