RAMADAN
Keistimewaan Bulan Ramadan dalam Al Quran dan Hadist
Bulan Ramadan memiliki banyak keistimewaan. Sedikitnya ada delapan keistimewaan bulan Ramadan. Satu di antaranya, pahala kebaikan dilipatgandakan
TRIBUNBATAM.id - Awal Ramadan 2024 tinggal menghitung hari, bahkan tak sampai 2 minggu lagi.
Banyak umat Islam yang bergembira dengan datangnya bulan Ramadan. Mereka berlomba-lomba meningkatkan amalan ibadahnya.
Sebab bulan Ramadan memiliki banyak keistimewaan. Satu di antaranya, pahala kebaikan akan dilipatgandakan.
Adapun pada tahun ini, awal Ramadan 1445 Hijriah diperkirakan jatuh pada 11 atau 12 Maret 2024.
Baca juga: Bacaan Doa Ziarah Kubur Sebelum Ramadan serta Tata Caranya
Di bulan Ramadan, umat Islam diwajibkan untuk berpuasa dan melakukan sejumlah amalan baik lainnya.
Inilah delapan keistimewaan di bulan Ramadan yang perlu diketahui seorang Muslim:
1. Syahrun Azhim (Bulan Yang Agung)
‘Azhim’ digunakan untuk menunjukkan kekaguman terhadap kebesaran dan kemuliaan sesuatu.
Sesuatu yang diagungkan Rasulullah SAW tentulah memiliki nilai yang jauh lebih besar dan sangat mulia dengan sesuatu yang diagungkan oleh manusia biasa.
Alasan mengagungkan bulan Ramadan karena Allah SWT juga mengagungkan bulan ini.
Dalam Qur’an Surah Al-Hajj ayat 32, Allah berfirman:
“Demikianlah (perintah Allah SWT). Dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketaqwaan hati.”
Ramadan diagungkan oleh Allah SWT karena pada bulan inilah Allah SWT mewajibkan puasa sebagai salah satu dari lima rukun Islam.
2. Syahrul Mubarak (Bulan Keberkatan)
Bulan Ramadan merupakan bulan penuh keberkatan dan manfaat.
Sebab semua perbuatan kita ketika berpuasa menjadi ibadah berpahala dan balasannya langsung dari Allah SWT.
Amal baik sekecil apapun akan dilipatgandakan asalkan ikhlas.
Baca juga: Niat Puasa Ramadan dan Doa Buka Puasa Lengkap dalam Tiga Versi serta Terjemahan
Keberkatan bulan Ramadan dibagi dalam tiga fase, yaitu 10 malam pertama yang dipenuhi rahmat Allah SWT, 10 malam berikutnya diisi dengan pengampunan (maghfirah), dan 10 malam terakhir merupakan pembebasan manusia dari api neraka.
3. Syahru Nuzulil Qur’an (Bulan Al-Quran Diturunkan)
Allah SWT mengistimewakan Ramadan sekaligus menyediakan sasaran terbesar, yaitu menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup.
Allah berfirman dalam Al Quran Surat Al Baqarah ayat 185:
“Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan furqan (pembeda di antara yang hak dan yang batil).
Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa di bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.
Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.”
Ayat di atas menjelaskan bahawa tujuan utama amalan pada bulan Ramadan ialah membentuk insan bertakwa yang menjadikan Kitabullah sebagai manhajul hayat (pedoman hidup).
4. Syahrus Siyam
Allah SWT berfirman dalam Surat Al Baqarah ayat 183:
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Dari awal hingga akhir bulan Ramadan kita menegakkan satu dari 5 rukun (tiang) Islam yang sangat penting, yaitu shaum (puasa).
Kewajiban berpuasa penting sebagaimana kewajiban salat 5 waktu.
Puasa Ramadan dilakukan selama sebulan dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari (Maghrib).
Untuk mencapai kesempurnaan puasa, selain menahan diri dari makan, minum dan jimak, kita juga perlu menahan diri dengan meninggalkan perbuatan maksiat dan yang makruh.
5. Syahrul Qiyam
Bulan Ramadan mengajak umat Islam untuk melakukan amalan orang-orang soleh seperti memperbanyak salat sunnah dan membaca Al-Quran.
Di bulan Ramadan, setiap mukmin sangat dianjurkan melakukan salat sunnah tarawih dan witir sebagai latihan agar mampu mengamalkan qiyamullail di luar bulan Ramadan.
Baca juga: Pantai Tanjung Setumu Kembali Jadi Lokasi Pemantauan Hilal Ramadan 2024 di Kepri
Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa mendirikan salat malam di bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Muttafaqun 'Alaih).
6. Syahrus Sabr (Bulan Sabar)
Bulan Ramadan melatih jiwa Muslim untuk sentiasa sabar, tidak mengeluh dan tahan menghadapi rasa lapar dan dahaga.
Sabar adalah kekuatan jiwa dari segala bentuk kelemahan mental dan spiritual. Orang yang sabar akan bersama Allah SWT sedangkan balasan orang-orang yang sabar adalah syurga.
Ramadan melatih Muslim beramal islami dalam berjamaah untuk meninggikan kalimah Allah SWT.
Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda: "Puasa itu setengah kesabaran. Kesabaran itu setengah dari iman." (HR Tirmidzi, Abu Na'im, dan Abu Mas'ud)
7. Syahrul Musawwah (Bulan Santunan)
Ramadan menjadi bulan santunan. Ramadan mendidik orang yang berpuasa untuk memiliki rasa simpati terhadap golongan fakir miskin.
Hal ini karena puasa membuat kita merasakan lapar dan dahaga sebagaimana yang biasa dirasakan oleh fakir miskin.
Karena itu kaum Muslimin dianjurkan bermurah hati untuk membantu golongan yang memerlukan.
Sifat memberi tanpa mengharapkan balasan harus ditanam di dalam setiap diri Muslim.
Segala amal yang berkaitan dengan harta seperti zakat fitrah sedekah, infak, wakaf, dan sebagainya, bahkan zakat harta pun sebaiknya dilakukan pada bulan yang mulia ini.
Memberi, meskipun kecil, bernilai besar di sisi Allah SWT.
Barang siapa yang memberi makan atau minum kepada orang yang berpuasa walaupun hanya seteguk air, mendapat pahala puasa seperti yang diperolehi oleh orang yang berpuasa.
8. Syahrul Yuzdaadu fiihi Rizqul Mu’min (Bulan Rezeki Untuk Orang-orang Mukmin)
Bulan ini rezeki orang-orang beriman akan bertambah karena segala kemudahan dibuka oleh Allah SWT seluas-luasnya.
Para pedagang akan beruntung, orang yang menjadi pekerja mendapat kelebihan pendapatan dan sebagainya.
Namun rezeki terbesar adalah hidayah Allah SWT, kemudian hikmah dan ilmu yang begitu mudah diperoleh di bulan yang mulia.
Dalil Puasa Ramadan
Puasa di bulan Ramadan merupakan ibadah wajib bagi umat Islam. Dalil puasa Ramadan ini sebagaimana Al Quran, QS Al Baqarah ayat 183.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Ya ayyuhallazina amanu kutiba 'alaikumus-siyamu kama kutiba 'alallazina ming qablikum la'allakum tattaqụn
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."
Puasa sendiri termasuk dalam Rukun Islam setelah mengucapkan syahadat dan salat.
Dikutip dari Serambinews.com, menjelang bulan Ramadan, Rasulullah SAW pernah bersabda:
“Telah datang kepadamu bulan Ramadan, bulan keberkahan, pada bulan ini Allah akan menurunkan rahmat, menghapus dosa-dosa dan mengabulkan doa. Allah melihat berlomba-lombanya kamu pada bulan ini dan membanggakanmu kepada para malaikat-Nya, maka tunjukkanlah kepada Allah hal-hal yang baik dari dirimu, karena orang yang sengsara ialah yang tidak mendapatkan rahmat Allah di bulan ini.” (HR At-Thabrani)
Dalam hadits lain, Rasulullah pernah bersabda:
“Wahai segenap manusia, telah datang kepada kalian bulan yang agung penuh berkah bulan yang di dalamnya terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Allah menjadikan puasa di siang harinya sebagai kewajiban, dan qiyam di malam harinya sebagai sunnah.
Barangsiapa menunaikan ibadah yang difardhukan, maka pekerjaan itu setara dengan orang mengerjakan 70 kewajiban.
Ramadan merupakan bulan kesabaran dan balasan kesabaran adalah syurga. Ramadan merupakan bulan santunan, bulan yang di mana Allah melapangkan rezeki setiap hamba-Nya.
Barangsiapa yang memberikan hidangan berbuka puasa bagi orang yang berpuasa, maka akan diampuni dosanya, dan dibebaskan dari belenggu neraka, serta mendapatkan pahala setimpal dengan orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang berpuasa tersebut.” (HR Khuzaimah).
Hadist ini merupakan teladan bagi umat Islam dalam menghadapi datangnya Bulan Ramadhan. (*/tribunbatam.id)
Baca berita Tribun Batam lainnya di Google News
| Awal Ramadan 1447 Hijriah Berbeda, Ketua MUI Batam Imbau Umat Islam Tetap Jaga Ukhuwah |
|
|---|
| Pemantauan Hilal 1 Ramadan 1447 H di Pantai Pelawan Karimun Terhalang Cuaca Mendung |
|
|---|
| Suasana Salat Tarawih Perdana Warga Muhammadiyah Dabo Singkep Lingga Sambut Ramadan 1447 H |
|
|---|
| Hilal 1 Ramadan 2026 Tak Terlihat di Pantai Setumu Tanjungpinang, Cuaca Jadi Penyebab |
|
|---|
| Warga Muhammadiyah Salat Tarawih Perdana di Masjid Al-Taqwa Batu 8 Tanjungpinang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ramadan-2023-ilustrasi-ramadan-animasi-ramadan.jpg)