BINTAN TERKINI

Ketika Petugas PPLP Tanjunguban Bintan Sigap Ringkus Perampok Kapal saat Simulasi

Petugas PPLP Tanjunguban tampak sigap meringkus perampok yang mencoba membakar kapal saat simulasi di perairan Bintan, Jumat (8/3/2024).

TribunBatam.id/Ronnye Lodo Laleng
Petugas Pangkalan Penjagaan Laut dan Perairan (PPLP) Tanjunguban, Kabupaten Bintan saat meringkus perompak di Kapal Negara (KN) Kalimasadha-P.115 milik Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) saat simulasi di perairan Tanjunguban, Kabupaten Bintan, Kepri, Jumat (8/3/2024). 

TRIBUNBATAM.id, BINTAN - Kapal Negara (KN) Kalimasadha-P.115 milik Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) dirampok dan coba dibakar oleh tiga penyandera.

Kejadian ini terjadi di perairan Tanjunguban, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (8/3/2024).

Anggota Pangkalan Penjagaan Laut dan Perairan (PPLP) Tanjunguban yang saat itu tengah bertugas berjibaku menyelamatkan Anak Buah Kapal (ABK)
begitu mendapat laporan.

Begitu tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP), 9 anggota PPLP Tanjunguban yang dilengkapi senjata api laras panjang langsung menyisir keberadaan tiga orang perampok tersebut.

Tak mudah melumpuhkan para penyandera itu.

Tiga pelaku sempat melawan terhadap petugas PPLP.

Pelaku menyerang petugas menggunakan senjata tajam dan api.

Mereka juga sempat membakar haluan kapal tersebut.

Anggota PPLP pun tak tinggal diam.

Dengan kekuatan yang ada, mereka berusaha melawan dan berhasil melumpuhkan perampok itu.

Tidak lama kemudian, tim SAR datang untuk memadamkan api yang hampir membesar di bagian haluan kapal.

Peristiwa perampokan hingga pembakaran kapal itu adalah simulasi semata.

Kegiatan ini untuk memperingati hari Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai ke 51, dan Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai ke 36 di Dermaga PPLP Tanjunguban, Bintan.

Baca juga: Nelayan Indonesia Hanyut Sampai Malaysia, PPLP Tanjunguban Bantu Evakuasi

Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai, Jon Kenedi mengatakan, pihaknya optimis menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran untuk menuju zero accident.

Negara Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki kurang lebih 17 ribu pulau yang terbentang dari Sabang di sebelah Barat sampai Merauke di sebelah Timur.

Dengan luas tersebut memiliki berbagai potensi rawan menjadi tempat terjadinya tindak pidana kejahatan maritim.

Tantangan yang dihadapi tidak dapat ditangani oleh satu Kementerian atau lembaga saja.

"Kami selalu bersinergi baik, ini sangat penting agar laut kepulauan Indonesia memberikan akses damai kepada kapal-kapal yang melintas," kata Jon.

KPLP memegang peranan yang sangat vital dalam menjaga keamanan, dan kedaulatan perairan merupakan garda terdepan dalam melindungi Sumber Daya Alam (SDA) memastikan keamanan maritim serta menegakkan hukum di laut.

Baca juga: Sempat Pinjam Kapal KPLP Untuk Cek Alur Laut, Pelni Tunda Rencana Pemindahan Lokasi Sandar

"KPLP penuh dedikasi dan pengabdian dalam menghadapi tantangan. Kami siap melawan gangguan pelayaran hingga menangani kecelakaan kapal yang mengancam lingkungan," ungkapnya.

Walaupun berhadapan dengan tantangan dan risiko yang besar, kata dia, KPLP harus selalu siap untuk menghadapi setiap tugas dan penuh keberanian dan integritas.

Dirinya mengaku siap menghadapi tantangan yang berurusan dengan keselamatan di laut.

"Kami optimistis menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran di Indonesia," tegasnya.(TRIBUNBATAM.id/Ronnye Lodo Laleng)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News

Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved