Senin, 11 Mei 2026

TANJUNGPINANG TERKINI

Kondisi Cuaca Tidak Mendukung, Posisi Hilal di Tanjungpinang Tidak Terlihat

Dari hasil pemantauan teleskop yang dilakukan oleh pihak Kanwil Kemenag Kepri bersama BMKG ketinggian hilal berada diangka 0,6 derajat.

Tayang:
Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Eko Setiawan
Tribunbatam.id/Alfandi
MELIHAT HILAL - Kakanwil Kemenang Kepri, Mahbub Dariyanto memantau hilal di di Pantai Setumu, Kota Tanjungpinang. 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG -Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kepri menyebutkan hilal tidak terlihat di Kota Tanjungpinang.

Pasalnya, dari hasil pemantauan teleskop yang dilakukan oleh pihak Kanwil Kemenag Kepri bersama BMKG ketinggian hilal berada diangka 0,6 derajat.

"Jadi pada pemantauan hilal yang kita laksanakan di Pantai Setumu, kota Tanjungpinang pada hari ini hingga pukul 19.00 WIB hilal tidak terlihat," kata
Kakanwil Kemenang Kepri, Mahbub Dariyanto, Minggu (10/3/2024).

Lanjutnya, hal ini disebabkan karena kondisi cuaca di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri yang kurang baik.

Baca juga: Pemantauan Hilal di Tanjungpinang Berada di Angka 0,6 Derajat

"Kita tidak bisa melihat hilal, dikarenakan cuaca yang tidak mendukung dan ketutup awan," terangnya.

Menurutnya, posisi hilal yang ideal harus berada di atas 3 derajat. Hal ini berdasarkan hasil kesepakatan Menteri Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).

Meski begitu, apapun hasil pantau hilal hari ini akan tetap dilaporkan kepada Kementerian Agama RI.

Jika tidak terlihat maka bulan Ramadhan 1445 Hijriah akan jatuh pada tanggal 12 Maret 2024.

"Hari ini ada sebanyak 134 titik di seluruh Indonesia melihat bulan apakah sudah menunjukkan tinggi hilal yang dilihat kasat mata atau menggunakan alat. Hasil pemantauan ini akan diumumkan kementerian. Jika tidak terlihat maka bulan puasa bakal jatuh pada 12 maret," ungkapnya.

Baca juga: Doa Kamilin, Tata Cara Niat Sholat Tarawih Witir Baik Sendiri Maupun Berjamaah Selama Ramadan

Mahbub juga tidak lupa mengajak masyarakat agar memperkuat toleransi dan menjaga ukhuwah sesama muslim jika memang terjadi perbedaan pelaksanaan awal ramadhan.

"Meski ada perbedaan kita harus bertoleransi menjaga ukuah semua muslim," tutupnya.(als)

 

Baca Berita Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved