RAMADAN

Desa Kote di Lingga Jual Takjil Berbagai Makanan Khas Untuk Buka Puasa

Mencari takjil menjadi kebiasaan yang membudaya bagi masyarakat di Indonesia saat bulan Ramadhan, termasuk pula di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulaua

Penulis: Febriyuanda | Editor: Agus Tri Harsanto
Tribun/Febriyuanda
TAKJIL - Potret Lapak Kue Khas Melayu Desa Kote berdiri di event turnamen sepak bola. Pada Ramadhan 2024 kali ini, kue khas ini kembali dijajakan 

TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Mencari takjil menjadi kebiasaan yang membudaya bagi masyarakat di Indonesia saat bulan Ramadhan, termasuk pula di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Salah satu desa, yakni Desa Kote, Kecamatan Singkep Pesisir di Kabupaten Lingga ini, membuka lapak menu berbuka puasa dengan menjual makanan khas.

Di hari pertama Ramadhan, pedagang asli Kote pun akan membuka lapak dan menjajakan takjil di depan SD Desa Kote, Selasa (12/3/2024)

"InsyaAllah ada (kue khas Kote-red), biasa buka di depan SD," ungkap Kepala Desa (Kades) Kote, Arfani kepada Tribunbatam.id.

Warga Desa Kote menjual makanan khas turun temurun ini hampir setiap tahunnya, baik itu saat Ramadhan maupun ada event-event besar.

Tidak hanya kue khas Desa Kote, namun kuliner khas Melayu Kabupaten Lingga pada umumnya juga terjual di sini.

Aneka ragaman kuliner di sini adalah milik beberapa warga Desa Kote, yang mengantarkan hasil kue buatannya ke lapak.

Baca juga: Ramadhan di Kampung Suak Rasau Lingga Syahdu dengan Tadarus Al Quran

Para pembeli pun memiliki banyak pilihan ketika datang ke lapak ini, untuk berburu dan menyantap kuliner khas Melayu.

Berikut daftar jajanan Melayu khas Desa Kote dan kuliner Lingga terjual:

-Bahulu berendam

-Tepung bungkus

-Tepung bawang

-Kue talam (banyak macam)

-Tepung komak

-Penaram

-Bahulu pandan

-Bahulu kering

-Tepung kusoi

-Mata kerbau

-Menteri salat

-Gugos pulot

-Gugos ubi (singkong)

-Lempeng sagu

-Gubal sagu

-Lakse kuah

-Lampam

-Alo nio

-Pemanam bakar

-Otak otak

Di antara banyaknya kue di sini, rata-rata banyak diminati pembeli yang datang.

Warga Kote, Kartila sebelumnya menjelaskan, selain menjual ketika ada event atau saat puasa, beberapa jenis kue ini juga sering dipesan untuk acara kenduri warga setempat.

"Kue-kue yang ada emang kue dari zaman dulu kebanyakan," ujarnya. (Tribunbatam.id/Febriyuanda)

Baca berita Tribun Batam lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved