MATA LOKAL KORNER

Dinding Terjal Perempuan Menembus Kursi Dewan, Banyak yang Belum Punya Kesempatan

Apa sebenarnya masalahnya? Lantas apa dampak minimnya keterwakilan perempuan di dewan? Tribun Batam telah mengupasnya di Mata Lokal Corner

Editor: Eko Setiawan
Tribunbatam.id/Roma Uly Sianturi
MATA LOCAL CORNER - Mata Lokal Corner, Kamis 14 maret 2024 live di youtube dan facebook Tribun Batam pukul 14.00 WIB bertemakan Dinding Terjal Perempuan Menembus Kursi Dewan. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Hasil Pemilu 2024 nampaknya belum menggembirakan bagi kaum perempuan. Baik di DPRD Kepri maupun Batam, keterwakilan perempuan masih minim. Porsinya hanya sekitar 10 persen.

Padahal bukan berarti perempuan kalah kemampuan. Banyak perempuan politisi hebat di Kepri. Namun ternyata belum mendapatkan kesempatan.

Apa sebenarnya masalahnya? Lantas apa dampak minimnya keterwakilan perempuan di dewan? Tribun Batam telah mengupasnya di Mata Lokal Corner, Kamis 14 maret 2024 live di youtube dan facebook Tribun Batam pukul 14.00 WIB

Wakil Ketua DPW PSI Kepri, Hadyanna Prathita mengatakan dunia politik taktis pada umumnya dimayoritasi oleh laki-laki.

Lumayan sulit untuk melibatkan perempuan karena kaum perempuan masih banyak bertanya apa keuntungan masuk politik.

Baca juga: Asmin Patros Ungkap Isi Rapat Golkar Kepri hingga Jawab Isu Amsakar Achmad Dapat KTA

"Di Kepri ada kemajuan keterwakilan perempuannya periode kali ini. Ada pintu sebenarnya yang terbuka untuk perempuan," katanya.

Menurutnya saat bertarung kemarin belum beruntung tapi tidak putus semangat. Ketika membawa janji tanpa membawa buah tangan ke masyarakat itu sulit. 

"Kesulitannya adalah biayanya mahal. Di Kepri lebih banyak tidak mengedepankan politik gagasan," katanya.

Secara umum trend PSI lebih berubah dari sebelumnya. Lebih bisa diberi pemahaman, kalau banyak modal yang dikeluarkan maka harus mendapat imbalan juga.

"Ketika bicara person per person, maindset mereka terkait kepemimpinan lebih ke laki-laki," kata wanita yang akrab disapa Titha ini.

Ia melanjutkan untuk pergerakkan perempuan diluar jauh lebih maju. Hanya saja yang bersedia terlibat didunia politik taktis sedikit.

Baca juga: Ketua MUI Batam Ajak Umat Muslim Tak Terpecah Maknai Perbedaan Awal Ramadan 2024

Lantas apa dampak keterwakilan perempuan menurun di dunia politik? Menurutnya akan berdampak pada output yang dikeluarkan oleh legislatif. Misalnya ruang-ruang publik yang masih kurang.

Seperti kurangnya ruang menyusui, playground dan lainnya. Sehingga masih belum memenuhi kenyamanan publik.

"Perempuan sektor non formalnya banyak. Sehingga tak memiliki BPJS Ketenagakerjaan. Hal-hal yang beginilah yang bisa jadi peran perempuan.

Perihal kepemimpinan perempuan dalam Pilkada di Kota Batam dirinya sebagai politisi, akan mengikuti arahan Partai. 

Ia menambahkan perempuan Batam jangan bosan dan menganggap cukup atau capaian saat ini. Terus berproses agar lebih baik lagi. (TRIBUNBATAM.id / Roma Uly Sianturi)

Baca berita lainnya di Google News

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved