Rabu, 8 April 2026

BATAM TERKINI

Gelandangan hingga Orang Terlantar Jadi PMKS Paling Banyak Ditangani Dinsos Batam

Koordinator TRC Dinas Sosial Batam Taufanul Hakim ungkap gelandangan, pengemsi dan orang terlantar jadi kasus PMKS yang paling banyak ditangani Dinsos

Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Beres Lumbantobing
DITAMPUNG - Seorang Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Batam saat ditampung di Selter Dinsos Sekupang Batam beberapa waktu lau 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Dinas Sosial (Dinsos) dan Pemberdayaan Masyarakat Batam mencatat ada ratusan kasus Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang ditangani di sepanjang 2024 ini.

Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Batam, Taufanul Hakim menyebutkan gelandangan, pengemis dan orang terlantar menjadi yang paling banyak ditangani.

Selain itu ada juga mereka yang berprofesi sebagai pengamen, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), lansia terlantar, dan pengemis, anak jalanan (anjal) hingga badut.

"Ya, sepanjang tahun ini ada ratusan PMKS yang kami tangani," ujarnya, Jumat (22/3/2024).

Baca juga: Badut Viral di Batam Terjerembap Masuk Lumpur Jalani Pembinaan di Selter Dinsos

Menurutnya, sebagian PMKS sudah dipulangkan ke kampung asalnya. Selain itu ada juga yang dibawa ke UPT Nilam Suri Nongsa untuk menjalani asessment dan pelatihan kerja.

"Tak semua juga kami pulangkan, karena ada beberapa yang dibawa ke UPT Nilam Sari," tuturnya.

Taufan mengatakan, ada peningkatan jumlah PMKS dan setiap PMKS ditangani pihaknya secara baik. Ada yang dirujuk untuk menjalani perobatan seperti yang mengalami gangguan kejiwaan, sehingga mendapat pendampingan hingga proses pemulangan dan mempertemukannya dengan pihak keluarga.

"Ada juga yang kami bawa berobat ke Rumah Sakit Jiwa Tampan (Pekanbaru) atau ke Tanjungpinang,” katanya.

Kepala Dinas Sosial Kota Batam Leo Putra mengatakan, dengan tim reaksi cepat ini semua masalah PMKS di Batam bisa teratasi. Nantinya mereka yang terjaring razia akan dibawa ke selter UPT Dinsos di Nongsa.

Selanjutnya dibina melalui pelatihan-pelatihan khusus yang ada di sana.

Baca juga: Gelandangan Pegang Uang Rp 12 Juta Saat Diamankan Petugas, Begini Alibinya

"Kalau bukan asli Batam akan kami kembalikan ke daerahnya. Tapi kalau berasal dari Batam, kami beri pelatihan dan sekaligus didata agar ke depan mereka tak turun lagi ke jalan," tuturnya.

Tim reaksi cepat ini lanjutnya, tidak hanya menerima laporan dari masyarakat. Akan tetapi telah memiliki jadwal untuk turun ke jalan menjaring para PMKS. Jadwal razia akan diacak karena mengingat masih banyak PMKS yang turun ke jalan pada tengah malam, sehingga akan sulit terlacak oleh tim.

"Karena banyak juga kucing-kucingan, makanya kami buat jadwal rutin razia ke lapangan," pungkasnya.

(TRIBUNBATAM.ID/bereslumbantobing)

Baca juga berita Tribunbatam.id lainnya di Google News

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved