Rabu, 27 Mei 2026

Nilai Ekspor Batam Naik 39,10 Persen pada Maret 2024

Kegiatan ekspor Kota Batam mengalami peningkatan sebesar 39,10 persen atau mencapai USD 425,36 juta, pada bulan Maret 2024 jika dibandingkan bulan seb

Tayang:
TribunBatam.id via Instagram @bps.batam
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Batam, Aguskadaryanto 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kegiatan ekspor Kota Batam mengalami peningkatan sebesar 39,10 persen atau mencapai USD 425,36 juta, pada bulan Maret 2024 jika dibandingkan bulan sebelumnya.

Peningkatan ini disebabkan oleh meningkatnya ekspor sektor migas dan nonmigas di bulan tersebut.

Ekspor migas mengalami peningkatan 8,20 persen atau sekitar USD 6,37 juta, sedangkan sektor non migas meningkat 41,47 persen atau sekitar USD 419 juta.

Namun, jika dibandingkan bulan yang sama di tahun 2023, kumulatif ekspor Kota Batam masih mengalami penurunan senilai USD 268,08 juta atau 6,71 persen. Hal ini didorong penurunan ekspor sektor nonmigas sebesar USD 298,08 juta atau mencapai 7,90 persen.

"Selama bulan Januari - Maret 2024, golongan barang ekspor nonmigas Kota Batam yang terbesar nilainya adalah Mesin/Peralatan Listrik, yaitu senilai USD 1.766,07 juta," jelas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, Aguskadaryanto.

Baca juga: Nilai Ekspor dan Impor Kota Batam Menurun pada Februari 2024, Terutama Tujuan Singapura

Golongan barang tersebut menyumbang kontribusi 50,79 persen dari kumulatif ekspor nonmigas Kota Batam selama Maret 2024.

Golongan lainnya yang memiliki peranan besar, antara lain, Benda dari Besi dan Baja senilai USD 436,51 juta (12,55 persen), Mesin dan Pesawat Mekanik senilai USD 315,64 juta (9,08 persen), dan Minyak dan Lemak Hewan/Nabati senilai USD 168,26 juta (4,84 persen).

Negara tujuan ekspor Kota Batam masih didominasi oleh negara Singapura, dengan nilai mencapai USD 374,65 juta. Ekspor ke Singapura pada bulan Maret 2024 meningkat dibandingkan bulan sebelumnya, sebesar 27,58 persen, tetapi turun 11,72 persen jika dibandingkan Maret 2023.

Sementara itu, nilai impor Kota Batam pada Maret 2024 turun 22,10 persen atau sebesar USD 239,97 juta. Hal ini disebabkan penurunan impor migas sebesar 6,53 persen dan impor non migas yang turun 22,19 persen. Komoditas hasil industri manufaktur terpantau mengalami penurunan impor di bulan tersebut.

"Nilai impor dari negara importir terbesar ke Batam, Tiongkok, menurun sebesar 44,09 persen selama Januari - Maret 2024," tambah Aguskadaryanto. (TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami)
 
 
Reply all
 
 
Reply to author
 
 
Forward
 

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved