BENCANA BANJIR
Banjir Parah Landa Brazil, Gubernur Eduardo Leite: Tak Ada yang Bisa Diselamatkan
Banjir terparah melanda bagian selatan negara Brazil setelah diguyur hujan deras sejak Jumat, Gubernur Eduardo Leite: Tak Ada yang Bisa Diselamatkan
Penulis: Mairi Nandarson | Editor: Mairi Nandarson
SAO PAULO, TRIBUNBATAM.id - Brazil dilanda bencana banjir parah yang menewaskan sedikitnya 78 orang hingga Minggu (5/5/2024) dan memaksa ratusan ribu orang mengungsi.
Dikutip dari laporan Al Jazeera, banjir di negara bagian Rio Grande do Sul, Brasil selatan itu dipicu hujan deras dalam sepekan terakhir.
Banjir ini menjadi bencana lingkungan keempat dan terparah dalam 12 bulan terakhir, setelah banjir pada Juli, September, dan November 2023 yang menewaskan total 75 orang.
Banjir terjadi di seluruh negara bagian dan melampaui bencana banjir bersejarah yang pernah terjadi tahun 1941, menurut Badan Geologi Brasil.
"Di beberapa kota, ketinggian air berada pada titik tertinggi sejak pencatatan dimulai hampir 150 tahun lalu," kata badan tersebut seperti dikutip dari nbcnews..
Jumlah korban tewas terus bertambah karena hujan lebat terus melanda wilayah Brasil bagian selatan, menyebabkan banjir semakin tinggi.
Baca juga: Banjir di Karimun Kepri Landa Warga Desa Pangke, Ketinggian Air Sebetis Dewasa
Relawan menggunakan perahu, jet ski – dan bahkan berenang – untuk melakukan penyelamatan.
Di ibu kota negara bagian, Porto Alegre, seorang relawan bernama Fabiano Saldanha mengatakan dia dan tiga temannya menggunakan jet ski untuk menyelamatkan sekitar 50 orang dari banjir sejak Jumat (3/5/2024).
Jumlah korban tewas masih bisa meningkat secara signifikan, dengan 105 orang dilaporkan hilang pada hari Minggu (5/5), naik dari sekitar 70 orang pada hari sebelumnya, menurut otoritas pertahanan sipil negara.
Pihaknya juga mengatakan sedang menyelidiki apakah ada empat kematian lagi yang terkait dengan badai tersebut.
Hujan lebat yang turun terus-menerus, mengakibatkan banjir yang berdampak pada lebih dari dua pertiga dari hampir 500 kota di negara bagian yang berbatasan dengan Uruguay dan Argentina itu.
Baca juga: Kisah Warga Tembesi Tower, Bertahan Dalam Rumah Meski Kondisi Banjir Sepinggang
Banjir juga mengakibatkan jalan dan jembatan rusak di sejumlah kota.
Hujan juga memicu tanah longsor dan runtuhnya sebagian bendungan pembangkit listrik tenaga air kecil.
Pihak berwenang menyebutkan lebih dari 400.000 orang tidak mendapat aliran listrik pada Minggu (5/5/2024) malam, sementara hampir sepertiga penduduk negara bagian itu tidak mendapatkan air.
Di Porto Alegre, Danau Guaiba jebol dan mencapai rekor permukaan air tertinggi, menurut Survei Geologi Brasil.
| Kecelakaan di Batam Hari Ini, Toyota Fortuner Ringsek Hantam Tiang Lampu Jalan Dekat Simpang Gelael |
|
|---|
| Harga Emas Banda Baru Batam, Sabtu, 11 April 2026, Update Pukul 13.11 WIB |
|
|---|
| Pantai Cipta Land Batam Tak Aman Bagi Pengunjung, Dua Remaja Jadi Korban Kejahatan |
|
|---|
| Dua Anak PMI yang Masih Balita Dideportasi Dari Malaysia, Sementara Orangtuanya Jalani Hukuman |
|
|---|
| Cek Jadwal Kapal Roro Batam, 7 Kapal Beroperasi, Satu Kapal ke Dabo Singkep |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Banjir-parah-melanda-wilayah-selatan-negara-bagian-Brazil.jpg)