BATAM TERKINI
Proyek Container Yard di Pelabuhan Batu Ampar Batam Diestimasi Selesai 15 Bulan
Dirut Persero Batam Arham mengestimasi lama pekerjaan proyek container yard yang dikerjakan PT Waskita di Pelabuhan Batu Ampar selesai 15 bulan
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Sebagai langkah strategis dalam pengembangan infrastruktur logistik, Pelabuhan Batu Ampar Batam melakukan ekspansi signifikan.
Groundbreaking proyek pembangunan Container Yard (CY) dan infrastruktur Terminal Peti Kemas yang baru telah dilaksanakan pada Rabu (8/5/202) sore, dan menandai fase baru dalam peningkatan kapasitas dan efisiensi pelabuhan.
Direktur Utama PT Persero Batam, Arham S Torik, mengungkapkan, proyek ini bagian dari pengembangan Tahap II Pelabuhan Batu Ampar.
"Dengan target kapasitas kontainer mencapai 900.000 TEUs per tahun," ungkapnya Kamis (9/5/2024).
Baca juga: ALFI/ILFA Batam Kerja Sama dengan Persero Tingkatkan Ekosistem Logistik yang Kondusif di Batam
Proyek pembangunan CY ini merupakan hasil kerja sama antara Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) dan PT Persero Batam yang ditandatangani pada 31 Agustus 2023.
Dengan jangka waktu 37 tahun, proyek ini diharapkan dapat mengubah wajah Pelabuhan Batu Ampar menjadi terminal peti kemas yang berstandar internasional dan modern.
Arham menambahkan, transformasi meliputi tiga tahap: pembangunan CY seluas 12 hektare, penambahan infrastruktur dengan 4 QC dan 10 RTG, serta peningkatan produktivitas dan konektivitas.
Pembangunan infrastruktur akan dikelola oleh PT Waskita Beton Precast Tbk sebagai kontraktor dan PT LAPI ITB sebagai konsultan.
"Pekerjaan ini diestimasikan memakan waktu 15 bulan dengan investasi sekitar Rp 360 miliar," kata Arham.
Sementara itu, Kepala BP Batam Muhammad Rudi di acara groundbreaking menyatakan harapan, agar proyek ini dapat meningkatkan semangat pembangunan di Batam, terutama di sektor kepelabuhanan.
"Ya target kita adalah agar CY ini dapat beroperasi pada Mei 2025, lebih cepat dari rencana semula," katanya.
Pelabuhan Batu Ampar sebelumnya telah membuat terobosan dengan membuka rute Direct Call Batam-China pada Maret lalu, yang beroperasi seminggu sekali.
Pada tahap awal, kapal MV SITC Hakata membawa 168 kontainer dari China ke Batam, dan dari Batam, 100 kontainer milik Eco Green akan dibawa ke China.
Baca juga: Pelabuhan Batu Ampar Salah Satu Program Prioritas Untuk Pelabuhan Peti Kemas
Rudi juga menyampaikan apresiasi kepada PT Persero Batam dan Forkopimda Batam atas dukungan mereka dalam pembangunan Pelabuhan Batu Ampar.
"Mari kita satukan hati untuk menjadikan Pelabuhan Batu Ampar sebagai infrastruktur yang berdaya saing dan Batam sebagai kota yang modern," tutup Muhammad Rudi. (TRIBUNBATAM.id/AMINUDDIN)
Ikuti artikel menarik Tribun Batam lainnya di Google News
| Shelter Dinsos Sudah Berfungsi, Tapi Manusia Silver Makin Banyak, Zulkipli: Ini Masalah Kita Bersama |
|
|---|
| KPK ke Batam, Tinjau Shelter Dinsos di Sekupang, Pastikan Proyek Strategis Tepat Sasaran |
|
|---|
| Bapak-bapak Dikeroyok Lima Orang Penagih Hutang di Batam, Sisa Uang Rp 500 Ribu Belum Dibayar |
|
|---|
| Polisi Proses Dugaan Penipuan Bisnis Mobil di Batam, Terlapor Belum Penuhi Panggilan |
|
|---|
| Pemko Batam Targetkan Pelebaran Jembatan Golden Prawn Mulai 2027, Bisa Kurangi Kemacetan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/09052024Kepala-BP-Batam.jpg)