Selasa, 2 Juni 2026

BATAM TERKINI

KONI Bicara Persiapan Keberangkatan Kontingen Kepri di PON 2024 hingga Target Medali

Wakil Sekretaris Umum KONI Kepri Amri menyebut, keberangkatan Kontingen Kepri mengikuti PON 2024 kali ini jauh lebih serius dan dapat banyak perhatian

Tayang:
Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/istimewa
PON 2024 - Wakil Sekretaris Umum KONI Kepri Amri bicara soal persiapan kontingen Kepri jelang PON 2024 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Komite Olahraga Nasional Indonesia atau KONI Kepri bicara soal persiapan jelang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024.

Wakil Sekretaris Umum KONI Kepri Amri menyebut, keberangkatan Kontingen Kepri mengikuti PON kali ini jauh lebih serius dan mendapatkan perhatian banyak pihak.

Bukti keseriusan dari Pemerintah Provinsi Kepri, anggaran persiapan dan keberangkatan PON dibantukan maksimal melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kepri. Bahkan penganggarannya diketahui dan mendapat dukungan dari DPRD Kepri.

"Keberangkatan PON kali ini menjadi perhatian Pemerintah Pusat. Melalui Kemendagri, Pemprov diminta untuk menganggarkan. Dalam surat yang disampaikan Mendagri ke Gubernur, diminta Pemprov anggarkan. Dan beberapa kali Dispora, Inspektorat dan juga BKAD menanyakan kebutuhan kontingen jangan sampai ada yang terlewatkan, dengan besaran bantuan diberikan. Hal itu dilakukan guna memastikan Kepri dapat berangkat ke PON secara maksimal. Dan kondisi seperti ini, belum pernah terjadi di keberangkatan PON sebelum-sebelumnya," kata Amri dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunbatam.id, Selasa (28/5/2024).

Baca juga: Gubernur Ansar Ahmad Dukung Kontingen Kepri Sukses di Ajang PON XXI di Aceh-Sumut 2024

KONI Kepri juga berterimakasih atas perhatian serius Pemprov melalui Dispora terkait keberangkatan pada PON kali ini. Sehingga dalam menyiapkan atlet, tim dan kontingen, bantuan yang diberikan dapat maksimal disalurkan kepada atlet, pelatih dan cabang olahraga lolos PON.

Dalam hal ini, Kepri menyiapkan 107 atlet didampingi 40 pelatih dari 31 cabang olahraga. Adapun bantuan yang diberikan kepada atlet, pelatih dan cabang olahraga tersebut, dimulai dari Pemusatan Latihan Provinsi (mandiri), try out, pengadaan peralatan dan perlengkapan, Pemusatan Latihan Terpadu, hingga biaya kontribusi selama berada di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) serta biaya keberangkatan PON.

Bahkan, untuk stimulus atlet dan pelatih memulai Pelatprov, juga diberikan bantuan dana apresiasi. KONI Kepri juga melibatkan konsultan dari Universitas Negeri Padang untuk mendampingi persiapan atlet dan pelatih menuju PON.

"Kita berharap target yang diberikan pelatih dan cabang olahraga, dapat mereka penuhi. Dan KONI juga punya target 7 sampai 10 cabang olahraga dapat menyumbangkan medali emas nantinya, guna memperbaiki peringkat secara nasional," harapan Ketua Umum KONI Kepri, Usep RS.

Perhatian lain yang diberikan, KONI Kepri tidak melakukan pencoretan atlet yang telah lolos babak kualifikasi PON, baik melalui Kejuaraan Nasional, Pra PON maupun Porwil Sumatera 2023 di Riau.

Bahkan atlet dan cabang olahraga yang kebagian wildcard dari Pengurus Besar maupun Pengurus Pusat cabang olahraga, masih diakomodir.

"Kalau di provinsi lain, ada yang melakukan pencoretan atlet bagi cabang olahraga yang tidak ditargetkan. Karena yang diberangkatkan hanya yang dapat bersaing dan menyumbangkan medali. Sehingga tiket lolos PON yang diperoleh atlet dikembalikan. Tapi kita tidak lakukan itu. Dan ini mesti disyukuri atlet, pelatih, cabang olahraga dan masyarakat luas. Karena kami sangat mengapresiasi jerih payah atlet berjuang meloloskan diri ke PON melalui babak kualifikasi," kata Usep.

Pihaknya berharap atlet, pelatih, tim dan cabang olahraga dapat melakukan persiapan maksimal jelang PON 2024.

"Bagi yang menargetkan medali hendaknya konsisten dengan apa yang disampaikan mereka ke KONI sebelumnya. Persiapkan atlet sedemikian rupa, serius berlatih dan melatih agar capaian hasil maksimal nantinya di PON. Apa yang ditargetkan KONI untuk mendulang medali emas sekaligus memperbaiki peringkat, untuk sama-sama dapat diwujudkan," kata Usep.

Bantah Curhat Atlet Tak Diperhatikan

Pada kesempatan yang sama, Wakil Sekretaris Umum KONI Kepri Amri juga membantah curhatan seorang atlet asal Bintan, namun berstatus atlet provinsi lain pada PON 2024 di salah satu media online.

Amri mengatakan, tidak ada atlet Kepri yang tak diperhatikan. Seluruh atlet lolos babak kualifikasi PON sedang dipersiapkan mengikuti PON XXI Aceh - Sumatera Utara 2024, September mendatang.

"Tidak benar itu. Salah besar apa yang disampaikan atlet tersebut," tegasnya.

Ia menyebut, atlet menembak asal Bintan itu, saat ini berstatus atlet Provinsi Papua dan memperkuat Papua mengikuti PON XXI Aceh - Sumut 2024. Bahkan telah tercatat memperkuat Papua sejak PON XX Papua tahun 2021 lalu.

Baca juga: Ketua KONI Batam Beri Motivasi Atlet PON XXI Aceh-Sumut 2024 Asal Kepri

"Begitupun mengikuti SEA Games memperkuat Merah Putih dan berprestasi, itu juga membawa nama Papua," jelas Amri.

Tidak hanya atlet menembak, ia menyebut masih ada beberapa atlet cabang olahraga lainnya asal Kepri yang berkiprah di luar Kepri dan berhasil bahkan berprestasi.

"Itu adalah pilihan masing-masing mereka. Selagi untuk pengembangan diri, kemajuan dan karier serta prestasi mereka, kita tidak dapat menghalangi. Justru kita support, kalau memang yang dikejar jauh lebih baik untuk masa depan mereka. Terkadang mereka pindah dan membela provinsi lain karena faktor mendapatkan pekerjaan, menjalani pendidikan, berkeluarga hingga pindah domisili. Dan itu sah-sah saja," kata Amri.

Tak ada yang tak bisa, semua terpulang kepada atlet bersangkutan. Jika memang ingin kembali ke Kepri dan membela daerah kelahiran, silahkan dan akan lebih baik. Tapi semua melalui mekanisme dan prosedur. Atlet harus mengundurkan diri dari provinsi asal yang dibelanya, paling lambat dua tahun sebelum PON.

"Dan ini yang perlu dipertegas kepada atlet bersangkutan, apakah ada keinginannya untuk membela Kepri. Kalau ada, jalani prosedur demikian. Sekembali dari PON Aceh - Sumut, ajukan pengunduran diri dari Papua. Dan hubungi Pengprov Perbakin Kepri selaku pengurus yang menaungi dan melakukan pembinaan. Kami yakinkan bisa. Tapi kenapa tidak dilakukan sebelum ini, dan masih memperkuat Papua di dua kali PON, itu perlu ditanyakan lagi ke atlet tersebut," papar Amri.

Baca juga: 5 Atlet Layar Batam Melaju ke PON Aceh-Sumut, Ini Pesan Ketua KONI Kepri

Dijelaskan Amri lagi, jika sekembali atlet memperkuat Kontingen Merah Putih ke SEA Games, berstatus bebas dan tidak ada membela provinsi manapun, justru rugi bagi Kepri bila tidak memanggilnya pulang. Tapi ini kan tidak, secara pribadi atlet bersangkutan masih dapat mengembangkan diri, meraih prestasi sekalipun membawa nama Provinsi Papua.

"Jadi, kami dari KONI minta jangan munculkan hal ini sebagai polemik. Tidak ada atlet yang tidak diperhatikan. Yang ada itu, maukah atlet bersangkutan kembali ke daerah dan memperkuat provinsi ini untuk ke PON. Tapi kan saat ini dia berstatus atlet Papua dan masih turun di PON. Kalau betul-betul ada niatan untuk membela provinsi ini kedepan, sekembali dari PON Aceh - Sumut, sudah harus mundur dari Papua. Kita tunggu saja," kata Amri. (*/tribunbatam.id)

Baca  berita lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved