PENGAMEN MENINGGAL DI KOS
BREAKING NEWS - Pengamen Meninggal Dalam Kamar Kos di Batam, Korban Dikenal Tertutup
Dalam penuturannya, pria itu sehari-hari keliling untuk mengais rezeky dengan mengamen sekitaran Kampung Bule, dan hotel Goodway Jodoh Batuampar.
Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Eko Setiawan
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Posan Simanjuntak, pria yang kesehariannya sebagai musisi jalanan atau pengamen ini ditemukan tergeletak dengan kondisi tidak mengenakan baju didalam kamar kosnya.
Kematian pria 55 tahun tersebut sangat membuat kaget tetangga kosan yang bersebelahan dengan korban.
"Pagi kami masih panggil masih nyaut dia. Padahal juga habis beli makan, itu kan makannya masih belum dimakan disana," ujar Rudi, tetangga kos Posan saat dijumpai di tempat kejadian perkara, Selasa (25/6/2024).
Dalam penuturannya, pria itu sehari-hari keliling untuk mengais rezeky dengan mengamen sekitaran Kampung Bule, dan hotel Goodway Jodoh Batuampar.
Rudi juga mengungkap, Posan telah lama tinggal di Batam meskipun sering berpindah-pindah tempat kosan.
"Kalau di kos sini kurang lebih 1 tahun kak. Dia ke Batam itu sekitar tahun 2016-2017 an," tambahnya.
Baca juga: Daftar 7 Berita Populer Batam Hari Ini, VIRAL Sekuriti Tewas di Lokasi Kerja
Dia menceritakan bahwa Posan sebelumnya pernah menikah, dari pernikahan tersebut ia dikaruniai 1 orang anak.
"Dia pernah cerita ke saya pernah punya istri orang Australia, dia di Australia 4 tahun lamanya, punya anak 1 orang perempuan," kata Rudi.
Berdasarkan penjelasannya juga, sebelum datang ke Batam, Posan lama tinggal di Bali.
"Istri dan anaknya di Australia. Sudah lama lost kontak. Kemudian dia tinggal lama di Bali. Baru tahun 2016-17 an itu datang ke Batam," paparnya.
Meski tahu sedikit kisah perjalanan hidup dari Posan, Rudi tidak pernah diceritakan mengenai penyakit apa yang diderita rekannya tersebut.
"Kalau ditanya memiliki riwayat penyakit apa kami tak paham. Yang jelas kami disini semua rukun, ya seperti ini kalau kami lagi banjir, kami semua dilantai 4 ini bantuin bareng bareng buang airnya," imbuhnya.
Baca juga: Penemuan Mayat Bayi di Parit Tanjungpinang, Polisi Buru Seorang Pria di Lingga
Masih dilokasi yang sama, Pika Liani mengungkap bahwa Posan Simanjuntak dikenal orang yang tertutup.
"Beliau ini orangnya tertutup, pendiam, kalau enggak kita tanya enggak ngomong apapun. Tapi kalau lagi gotong royong ya tetap bantuin," kata Pika
Wanita 41 tahun yang tinggal tepat berada di sebelah kamar Posan tidak menyangka bahwa tetangga sekaligus rekannya mengamen tersebut meninggal dunia.
"Ya kami kalau berhubungan dengan siapapun baik baik aja kak. Saling bantu, kalau kayak gini tetap kaget lah. Apalagi saking pendiamnya dia, kami setiap hari yang nanyain sama nawarin kalau ada makanan lebih," tambah Pika. (Tribunbatam.id/Ucik Suwaibah)
Baca berita Tribunbatam.id di Google New
| Kematian Ibu Muda dan Bayi di Batam, Keluarga Curigai Dugaan Aborsi dan Peran Orang Dekat |
|
|---|
| Seleksi Timnas Futsal U-17 di Batam, Puluhan Talenta Muda Kepri Bersaing, Hanya 15 Dipilih |
|
|---|
| Perayaan Hari Falun Dafa Sedunia ke-27 di Mega Mall Batam Tarik Perhatian Pengunjung |
|
|---|
| Keluarga Soroti Kejanggalan Kematian Ibu Muda dan Bayinya di Batu Aji, Desak Polisi Usut Kasus |
|
|---|
| Ratusan Rumah di Batu Aji Terkendala Bayar UWT, BP Batam Ungkap Penyebabnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-mayat_20161227_131147.jpg)