BATAM TERKINI
Potensi Hulu Migas Besar, SKK Migas Dorong Peningkatan TKDN Libatkan Vendor Lokal
Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto di Batam ungkap potensi hulu migas cukup besar. Pengadaannya diproyeksi mencapai Rp75 triliun
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Industri hulu minyak dan gas bumi (migas) membuka peluang bagi pelaku-pelaku dalam negeri untuk melakukan pengadaan dalam rantai pasoknya.
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), Dwi Soetjipto, mengungkapkan, pengadaan hulu migas diproyeksi mencapai Rp75 triliun.
Sebanyak 58 hingga 60 persen komponen pengadaan tersebut dapat ditangkap pelaku usaha dalam negeri untuk menaikkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
"Nilai ini cukup besar. Enam puluh persen dari Rp75 triliun, berarti sekitar Rp42 triliun setahun bisa diserap," ujar Dwi Soetjipto, ketika membuka acara Pre IOG SCM Summit di Batam, pada Rabu (3/7/2024).
Baca juga: Batam Lokasi Pertemuan Pelaku Industri Hulu Migas Termasuk Pemerintah
Problem pemenuhan TKDN yang dihadapi saat ini, menurutnya, ada pada kualitas dan ketepatan waktu dari vendor-vendor terkait.
Sementara itu, potensi besaran investasi untuk proyek-proyek di masa depan cukup besar, diperkirakan mencapai 17 miliar Dolar, atau sekitar Rp240 triliun.
"Kegiatan pengeboran terus meningkat. Kami harapkan ini bisa dipenuhi kemampuan nasional kita," ujar Dwi.
Sementara itu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Kepri, Luki Zaiman Prawira, menilai, potensi tersebut seharusnya bisa ditangkap oleh para vendor pengadaan hulu migas dari wilayah Kepri.
Ia setuju, dalam komitmen meningkatkan TKDN ini, kualitas pemain-pemain dalam industri pun harus ditingkatkan.
"Ini peluang besar dalam meningkatkan kualitas pemain-pemain kita. Akan ada perputaran di Kepri dengan terserapnya potensi ini," tambah Luki.
Ia menjelaskan, Kepri memiliki potensi alam yang sangat kaya, terutama untuk pengembangan industri migas.
Baca juga: Industri Hulu Migas Targetkan Gross Revenue Rp 560 Triliun di Tahun 2023
Terdapat potensi-potensi migas baru yang bisa dieksplorasi oleh para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), terutama di wilayah Natuna dan Anambas.
Pihaknya berharap, kegiatan di industri hulu migas ini dapat dirasakan dampak positifnya bagi masyarakat sekitar, lewat CSR, dan pembukaan lapangan pekerjaan. (TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami)
Baca berita tribunbatam.id lainnya di Google News
| Malaysia Gencar Razia, Lebih dari 2.500 PMI Dideportasi Melalui Batam hingga Mei 2026 |
|
|---|
| Modus Paket Ekspedisi Terbongkar, Polda Kepri Gagalkan Pengiriman 500 Gram Ganja dari Aceh |
|
|---|
| Kuliah Lapangan di Museum Raja Ali Haji, Mahasiswa Uniba Perkaya Wawasan Sejarah dan Budaya Melayu |
|
|---|
| Polisi Pastikan Isu Pocong Bawa Sajam di Nongsa Batam Hoaks, Foto Diduga Rekayasa AI |
|
|---|
| Viral Video Diduga Pocong Bawa Sajam di Batu Aji Batam Buat Polisi Kerja Ekstra |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/04072024Kepala-SKK-Migas.jpg)