PENYELUNDUPAN KERIS ANTIK KELUAR NATUNA
Begini Modus Penyelundupan 4 Keris Antik Keluar Natuna, Pengirim Ngaku Hiasan Dinding
Petugas bagian pengiriman JNE Natuna ungkap modus penyelundupan empat keris antik keluar Natuna yang berhasil digagalkan petugas Bandara Raden Sadjad
Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Dewi Haryati
NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Petugas Bandara Raden Sadjad Natuna gagalkan penyelundupan empat keris antik keluar Natuna, baru-baru ini.
Empat keris antik yang merupakan barang cagar budaya itu dikemas dalam tiga kotak barang, dan hendak dikirim keluar Natuna lewat jasa ekspedisi JNE menggunakan pesawat.
Terkait kejadian ini, pihak JNE di Natuna pun buka suara. Petugas Bagian Pengiriman JNE Natuna, Herman saat dikonfirmasi Tribunbatam.id di Kantor JNE, Senin (15/7/2024) mengungkap modus penyelundupan ini.
Kepada petugas, pengirim barang menyebut barang kirimannya merupakan hiasan dinding.
Baca juga: 4 Keris Benda Cagar Budaya yang Diamankan Lanud RSA Disimpan di Museum Bahari Natuna
"Ketika kita terima barang yang sudah di-packing itu, pengirim mengatakan isinya hiasan dinding," katanya.
Belakangan, pihaknya baru mengetahui barang yang mau dikirim keluar Natuna itu merupakan barang antik (keris).
"Kalau kami tahu itu merupakan barang cagar budaya (keris), pasti kami tidak menerima," ucapnya.
Disinggung prosedur pengiriman barang, ia mengakui mestinya barang yang diterima JNE harus dicek terlebih dahulu.
Namun tak dilakukan pihaknya saat itu karena bermodal percaya.
"Kita juga biasanya di sini ada pengiriman makanan seperti biasa. Kita tahu orang di sini dan percaya-percaya saja. Tapi kami akui dalam hal ini kami lalai," jelasnya.
Saat disinggung siapa pengirim barang keris itu, Herman dan rekan kerjanya di bagian pelayanan mengatakan, ada dua orang dengan wajah yang sama datang ke kantor JNE, di hari yang berbeda.
Namun, nama pengirimnya berbeda. Ada atas nama Tomi, Romi, dan Abdul Rajab.
"Kalau tujuan penerimanya atas nama Yuda semua," ucapnya.
Baca juga: Lanud RSA Gagalkan Penyelundupan 4 Keris Antik Keluar Natuna lewat Jalur Udara
Ia melanjutkan, belum ada penegak hukum yang datang untuk mengecek CCTv di lokasi terkait kejadian ini.
"Sampai sejauh ini belum ada CCTv kami yang dicek," ucapnya.
Sebelumnya, Lanud Raden Sadjad gagalkan pengiriman 4 keris antik yang akan dikeluarkan ke luar daerah melalui Bandara raden Sadjad, Kabupaten Natuna.
Hal ini berawal dari kecurigaan petugas Bandara Raden Sadjad terhadap tiga kotak barang yang saat itu sedang dicek melalui mesin X-Ray pada tanggal 13 Juli 2024, sekitar pukul 14.00 WIB.
Karena curiga, petugas lalu memanggil pihak ekspedisi JNE untuk mengecek tiga kotak dan menemukan 4 keris cagar budaya. (tribunbatam.id/Alfandi Simamora)
Baca berita Tribunbatam.id lainnya di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/16072204JNE-Natuna.jpg)