Breaking News

Batam Terkini

2 Mancis Tak Mempan Nyalakan Api, Pelaku Ambil Kompor Gas Buat Bakar Korban

Polisi, jaksa, dan wartawan berkumpul, juga warga dari kejauhan yqng mengamati setiap gerakan dengan seksama. Namun, tak terlihat di lokasi, keluarga

Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Eko Setiawan
Tribunbatam.id/Ucik Suwaibah
Pelaku saat bakar korban Dalam rekontruksi 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Di tengah teriknya matahari pagi itu, suasana di lokasi rekonstruksi di Ruko Nusa Indah, Mangsang, Sei Beduk Kota Batam terasa tegang.

Polisi, jaksa, dan wartawan berkumpul, juga warga dari kejauhan yqng mengamati setiap gerakan dengan seksama. Namun, tak terlihat di lokasi, keluarga maupun kerabat korban.

Di antara mereka, seorang pria dengan wajah penuh penyesalan berdiri. 

Dia adalah Yopi Yusandi, pelaku pembunuhhan yang kini harus memperagakan kembali aksinya.

Matanya naanar dan tatapnnya kosong. Sejak awal rekonstruksi, kakinya terasa berat saat melangkah.

Seakan-akan bwbaan dosa yang dipikulnya tak hanya memberatkan hati, namun juga tubuhnya. 

Setiap langkah yang diambilnya seakan membawa kembali ingatan krlam saat ia mengakhiri nyawa rekannya sendiri, yakni Suriyadi.

Baca juga: Perbandingan Harga HP Poco C65 Vs Redmi A3 Sudah Turun Jadi Rp 1 Jutaan, Beda di Kamera dan Chipset

Saat diminta untuk memperagakan detik-detik terakhir sebelum pembunuhan terjadi, pria itu sejenak terhenti. 

Tatapannya kosong dan dikuasai lamunan, keringat juga tampak mengalir di pelipisnya, bahkan petugas dari inafis mengingatkannya untuk serius dan tidak melamun.

"Perhatikan peraga, jangan melamun ya," petugas inafis yang menepul bahu Yusandi saat itu.

Di titik ini, pada adegan 13 ia termenung dengan 2 mancis yang ada ditangannya, ia menatap kosong ke depan. Penyesalan menyelimuti hatinya, tapi kenyataan harus tetap dijalani.

Polisi mengingatkannya untuk melanjutkan rekonstruksi. Peraga yang berperan sebagai korban telentang di lantai.

Dengan kondisi badan tertutup oleh plastik dan beberapa bekas pembungkus material, Sandi mulai manarik roda pemantik mancis yang dibawanya untuk menyalakan api ditubuh Suriyadi.

"Saya bawa 2 mancis, tapi tidak bisa membakar plastiknya, kemudian saya kebelakang ambil kompor dan gasnya," kata Sandi menjelaskan kepada para penyidik.

Mancis tak fungsi, kompos gas pun jadi. Dengan replika kompor dan tabung gas ditangannya ia memutar kendali tungku untuk menyalakan api.

Baca juga: Gelar Rekontruksi, Tersangka YA Benamkan Kepala Dante 12 Kali hingga Lemas

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved