Batam Terkini
Jelang HUT Kemerdekaan RI, Penjualan Pernak-Pernik Merah Putih Makin Laris di Batam
Berbagai outlet yang menjajakan atribut khas kemerdekaan tersebar di hampir setiap sudut kota Batam. Mulai dari kawasan Batam Center, hingga Batu Aji
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, penjualan pernak-pernik merah putih di Kota Batam mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Berbagai outlet yang menjajakan atribut khas kemerdekaan tersebar di hampir setiap sudut kota Batam. Mulai dari kawasan Batam Center, hingga Batu Aji dan sekitarannya. Salah satunya di pintu masuk kawasan SP Plaza, Kecamatan Sagulung, tepatnya di pintu tiga.
Rudi, salah seorang pedagang pernak-pernik merah putih di lokasi pintu 3 SP Plaza mengaku bisa sedikit tersenyum pada tahun 2024. Pasalnya penjualan tahun ini jauh lebih prospek dibandingkan 2023 lalu.
"Kalau ditanya ramai mana, ya tahun ini lebih ramai dibandingkan tahun lalu,"katanya kepada Tribun Batam.id, Selasa (6/8/2024).
Ia mengaku tidak tahu persis apa alasan atau faktor tahun ini lebih ramai dibandingkan 2023. Menurut dia salah satu penyebabnya kemungkinan karena tahun lalu membanjirnya produk impor kain dari luar sehingga produk lokal kekurangan permintaan.
"Kalau sekarang banyak yang cari lokal-lokal, mungkin itu penyebabnya,"katanya.
Baca juga: Kesbangpol Imbau Warga Karimun Pasang Bendera Merah Putih Sepanjang Agustus 2024
Pantauan Tribunbatam.id, pembeli pernak-pernik merah putih silih berganti datang. Mereka ada ibu-ibu rumah tangga, bahkan anak sekolah yang mendapat tugas membuat kegiatan merah putih. Harga yang ditawarkan pun cukup variatif.
Soal kualitas, Rudi memastikan semua pernah pernik yang mereka jual cukup berkualitas. Pernak-pernik tersebut hasil kerajinan tangan sendiri.
"Kita kerjasama sama Abang di Sumatera Barat, dia yang jahit sendiri kainnya, jadi bagus,"katanya.
Ditanya pernak-pernik yang paling laris, ia menyebutkan bendera merah putih rumahan masih paling laris. Penyebabnya karena hampir setiap RT/RW di Kota Batam mewajibkan setiap warga untuk memasang merah putih depan rumah.
"Yang paling laris adalah bendera merah putih untuk rumahan. Hampir setiap RT RW di Kota Batam mewajibkan warganya memasang bendera di depan rumah. Setiap tahun, masyarakat kembali membeli bendera baru karena kadang-kadang seringkali lupa menyimpan bendera tahun sebelumnya," jelas Rudi.
Baca juga: Pawai HUT Kemerdekaan RI di Lingga, Tampilkan Sejarah Kelam Zaman Penjajahan
Uniknya, Rudi mengaku berjualan 24 jam di lokasi tersebut. Bahkan pada dini hari pun masih ada pembeli yang mampir untuk berbelanja. "Jangankan malam, jam 3 subuh saja ada yang mampir belanja. Mungkin mereka baru pulang kerja dan baru sadar belum membeli bendera untuk dipasang di rumah," tambahnya.
Selain bendera, berbagai pernak-pernik lain seperti umbul-umbul, aksesoris mobil, hingga kerajinan tangan berbentuk ketupat merah putih juga tersedia. Harga yang ditawarkan bervariasi tergantung ukuran dan jenis produk. Bendera rumahan ukuran 90x60 cm dengan bahan standar dijual dengan harga sekitar Rp25.000 hingga Rp 35 ribu.
Ada juga bendera untuk ukuran yang lebih besar seperti 150x100 cm untuk gedung yang ditawarkan dengan harga cukup terjangkau.
Soal merah putih, Rudi pun memberikan pesan kepada segenap warga yang hendak merayakan hari paling bersejarah.
"Pesan saya untuk masyarakat Batam, mari kita sama-sama menghargai jasa para pahlawan dengan memasang bendera merah putih di rumah kita. Ini momen yang tepat untuk menunjukkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air," pungkas Rudi. (AMINUDDIN/TRIBUNBATAM.id)
Baca berita Tribunbatam.id lainnya di Google News
| Mobil Pickup Terbakar di Jalan Hang Tuah Batam, Sempat Terdengar Ledakan Dari Tangki Minyak |
|
|---|
| Driver Online Nyaris Dibegal di Nongsa, Selamat Usai Minta Perlindungan di Pos TNI: Dia Bawa Sajam |
|
|---|
| Dari Ramai Jadi Sepi, Begini Kondisi Bekas Ratusan Kios Liar di Sei Beduk Batam |
|
|---|
| DPRD dan Pemko Batam Sahkan Perda LAM, 46 Pasal Atur Pelestarian Adat hingga Peran Pemerintah |
|
|---|
| 232 PMI Dipulangkan dari Malaysia Via Batam, Termasuk Bayi 3 Bulan, Sempat Terpisah dari Ibunya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/20240806_144311-1.jpg)