Selasa, 12 Mei 2026

MENDIKDASMEN KUNKER KE BATAM

Mendikdasmen ke Batam Soroti Sistem Sekolah Pagi–Sore, Abdul Mu’ti: Jangan Seperti Warung Padang

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menyoroti masih diterapkannya sistem pembelajaran dua shift (pagi–sore) di sekolah Batam.

Tayang:
TribunBatam.id/Pertanian Sitanggang
MENDIKDASMEN RI KE BATAM - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Mendikdasmen RI), Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed saat memberikan pengarahan di aula SMAN 1 Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Selasa (12/6/2026). Ia menyoroti masih ada sejumlah sekolah yang menerapkan dua shift, pagi dan sore hari. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Mendikdasmen RI), Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed menyoroti masih diterapkannya sistem pembelajaran dua shift (pagi–sore) di sejumlah sekolah di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Abdul Mu'ti menegaskan, ke depan pola tersebut tidak lagi relevan untuk mendukung kualitas pendidikan yang optimal.

Pernyataan itu disampaikan Abdul Mu’ti saat memberikan arahan kepada para kepala sekolah se-Kota Batam dalam kegiatan yang digelar di aula SMAN 1 Batam, Selasa (12/5/2026).

Abdul Mu'ti, mengatakan sekolah seharusnya menjadi tempat yang representatif bagi pelajar untuk belajar dan berkembang.

Bukan sekadar ruang yang dipakai bergantian layaknya tempat usaha.

“Sekolah itu tempat anak didik mendapatkan ajaran yang baik. Jadi tempatnya harus representatif, jangan seperti warung Padang yang buka pagi dan sore hari,” ucap Abdul Mu'ti.

Abdul Mu’ti menekankan pentingnya pembenahan menyeluruh dalam dunia pendidikan, mulai dari peningkatan infrastruktur hingga kualitas tenaga pendidik.

Dia menyebut, sekolah memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi masa depan yang unggul.

Selain itu, pemerintah melalui Kemendikdasmen terus mendorong peningkatan kompetensi guru.

Salah satunya dengan memberikan beasiswa bagi guru yang belum memiliki kualifikasi sarjana (S1) atau D4.

“Tidak boleh lagi ada guru yang mengajar namun belum S1,” tegas Mendikdasmen RI itu.

Dia menjelaskan, guru yang belum memenuhi kualifikasi tersebut dapat mengajukan beasiswa ke Kemendikdasmen dengan bantuan sekitar Rp3 juta per semester untuk melanjutkan pendidikan.

Lebih jauh, Abdul Mu’ti juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif dan mencerminkan keberagaman Indonesia.

Sekolah, menurutnya, harus menjadi ruang pertemuan berbagai latar belakang agama, suku, budaya, hingga kondisi sosial ekonomi yang menyatu dalam semangat kebersamaan.

“Sekolah harus menjadi meeting point dan melting point, tempat semua anak diterima, dihargai, dan dimuliakan,” kata Abdul Mu'ti.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved