Jumat, 17 April 2026

BATAM TERKINI

Pengawas Perikanan di Batam Kembangkan Teknik Budidaya Tingkatkan Umur Hidup Benur

Pengawas perikanan di Batam sedang mengembangkan teknik budidaya yang lebih efektif agar umur benur lebih panjang.

Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Ucik Suwaibah
Benih bening lobster (BBL). Pengawas perikanan di Batam sedang mengembangkan teknik yang efektif dalam budidaya lobster agar benur dapat bertahan lebih lama. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Adi Suseno, pengawas dalam budidaya ikan dan juga tergabung dalam budidya lobster yang berada di Jembatan 3 menjelaskan jika tingkat kelangsungan hidup lobster yang dilepas liarkan hanya sekitar 10 persen.

Ia menjelaskan bahwa hal ini disebabkan oleh kesulitan dalam menemukan sumber makanan alami seperti kerang dan siput di perairan yang berbeda dari habitat aslinya.

"Untuk yang dilepas liarkan mungkin di angka 10 persen. Karena sumber makanannya itu bukan ikan, sumber makanan dia kan kerang, siput," ujar Adi Suseno saat berada di Galang Baru, Kamis (22/8).

Saat ini, pihaknya tengah berusaha meningkatkan tingkat kelangsungan hidup bbl dan mengembangkan teknik budidaya yang lebih efektif. 

"Harapannya adalah agar budidaya lobster dapat berhasil di dalam negeri dan tidak perlu melakukan penyelundupan untuk budidaya di luar negeri," sebut Adi.

Ditanya mengenai hidup lobster, ia menjelaskan bahwa lobster pasir dapat mencapai 340 gram dalam waktu 7 hingga 8 bulan.

"Sedangkan lobster mutiara membutuhkan waktu sekitar 2 tahun untuk mencapai ukuran dewasa. Untuk lobster yang dilepas, umurnya biasanya berkisar antara 3 hingga 6 bulan," kata Adi.

Hingga saat ini, persiapan untuk budidaya meliputi penyediaan tempat tinggal dan pengembangan penelitian. 

Meskipun budidaya lobster di Indonesia belum berjalan lama, pihaknya sudah memulai uji coba budidaya di Jembatan 3. 

"Metode yang kami gunakan saat ini disebut Modeling Budidaya Lobster yang masih dalam tahap pemodelan," ucap Adi.

Baca juga: Breaking News, Bea Cukai Batam Tegah Kapal Cepat Bawa Benur di Perairan Karimun

Ia menuturkan tujuannya adalah menemukan cara budidaya yang efektif dan kemudian menyebarkannya ke masyarakat.

"Kalau sudah cara budidaya, agar harapannya seperti tadi tidak perlu ada tindakan penyelundupan," tutupnya. (TribunBatam.id/Ucik Suwaibah)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved