Dua Nelayan Batu Hitam Dievakuasi Tim Sar Gabungan, Kapal Patah Kemudi
Tim SAR dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Basarnas Natuna sudah berhasil mengevakuasi dua orang nelayan yang mengalami insiden patah kemudi
Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Agus Tri Harsanto
TRIBUNBATAM.id, NATUNA - Tim SAR dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Basarnas Natuna sudah berhasil mengevakuasi dua orang nelayan yang mengalami insiden patah kemudi akibat dihantam bandai sekitar 4,5 mil dari pelabuhan Penagi, Kabupaten Natuna, Sabtu (31/9) lalu.
Kepala Sub Seksi Operasi Basarnas Natuna Budiman mengatakan, bahwa kedua nelayan yang hanyut dengan pompong yang digunakan untuk mencari ikan sudah ditemukan dan dievakuasi dalam keadaan selamat tidak jauh dari perairan dekat Senoa daerah Teluk Baru, Desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur.
"Jadi kita dapat informasi dan turun bersama tim sar gabungan dan berhasil mengevakuasi keduanya," katanya, Senin (2/9/2024).
Lanjutnya, terkait kejadian itu, pihaknya menerima laporan dari keluarga korban bernama Lisya, waktu kejadian sekitar pukul 18.35 WIB.
Dimana saat itu pompong nelayan hanyut karena tidak bisa dikendalikan akibat patah kemudi.
"Keduanya sedang mencari ikan mengalami patah kemudi saat hendak kembali ke Ranai, hal ini membuat pompong mereka hanyut akibat diterpa angin kencang," terangnya.
Budiman mengatakan, sebelum proses evakuasi dilakukan, pihaknya berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan.
Baca juga: Nelayan Belakang Padang Hilang di Laut, Tim Sar Koordinasi Dengan Pihak Singapura Dalam Pencarian
Setelah itu melakukan persiapan untuk turun ke laut guna mengevakuasi korban.
"Alhamdulillah korban sudah ditemukan dan selamat. Sudah kembali ke Batu Hitam," ungkapnya.
Budiman juga menjelaskan, dalam proses evakuasi itu, Basarnas Natuna dibantu Dinas Perhubungan (Dishub) setempat.
"Jadi setelah kita berhasil evakuasi keduanya, kita langsung kembali," jelasnya.
Sementara itu, Kepala KPP Basarnas Natuna, Abdul Rahman mengatakan, bahwa dalam operasi keselamatan itu, pihaknya telah menerjunkan sejumlah personel rescue dengan menggunakan RIB.
"Kita dapat informasi awal dari pihak keluarga korban bahwasanya ada nelayan yang mengalami patah kemudi di perairan Senoa. Atas informasi tersebut, kita mengerahkan personel menuju lokasi untuk dievakuasi," terangnya.
Rahman juga mengatakan, nelayan tersebut diketahui atas nama Diki (30) dan Jasman (42) warga Kelurahan Batu Hitam, Kecamatan Bunguran Timur.
Adapun kronologis kejadian berawal ketika dua nelayan tersebut hendak pulang dari mencari ikan dengan menggunakan kapal berukuran 4 GT.
Namun, ditengah perjalanan dihantam badai yang mengakibatkan patah kemudi.
"Dua orang nelayan itu sedang mencari ikan mengalami patah kemudi saat hendak kembali ke pulang menyebabkan pompong mereka hanyut karena diterpa angin kencang," tutupnya.(als)
| Ratusan Warga Padati Pantai Piwang, Antusiasi Saksikan Semarak HUT ke-80 TNI AU di Natuna |
|
|---|
| Dampak Karhutla di Natuna Tembus Ratusan Hektare, BPBD Gencarkan Upaya Mitigasi |
|
|---|
| Harga Plastik Melonjak, Pedagang di Natuna Terdampak: Omzet Turun, Untung Tipis |
|
|---|
| Dua Tersangka Pencurian Emas Anggota DPRD Natuna Beri Keterangan Berbeda, Polisi: Tak Konsisten |
|
|---|
| BPBD Natuna Terima Hibah Perlengkapan Medis Darurat dari AS, Perkuat Kesiapsiagaan Bencana |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/0309_Nelayan-Natuna.jpg)