PERAMPOKAN DI TANJUNGPINANG
Pelaku Perampokan di Tanjungpinang Masih Bebas, Korbannya Lansia
Pelaku perampokan di Tanjungpinang yang menyasar seorang lansia masih bebas berkeliaran. Sudah sebulan kasus ini belum jua terungkap.
Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Pelaku perampokan di Tanjungpinang yang menyasar Maimunah, seorang lansia pada 21 Agustus 2024 lalu masih bebas berkeliaran.
Sudah sebulan sejak perampokan di Tanjungpinang itu terjadi, anggota Polresta Tanjungpinang masih memburu pelakunya.
Perampokan di Tanjungpinang itu berlokasi di Gang Pulau Pandang, Jalan Raja Haji Fisabilillah, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol Budi Santosa buka suara terkait kabar terbaru penanganan kasus perampokan di Tanjungpinang itu.
"Nanti saya akan monitor dulu ke Reskrim untuk penangangan dan perkembangannya sejauh ini bagaimana. Intinya nanti akan kami cek kembali perkembangannya sejauh mana,” katanya singkat, Jumat (20/9/2024).
Sementara Maimunah, kondisi Maimunah, korban perampokan di Tanjungpinang sebelumnya dilaporkan mulai membaik.
Lansia 70 tahun itu saat kejadian sedang sendirian di rumahnya.
Baca juga: Tiga Kasus Perampokan yang Belum Terungkap di Batam, 2 Alfamart dan 1 Kantor Developer
Sedangkan sang suami, Jaya (73) saat itu sedang menunaikan ibadah salat Maghrib di masjid.
Jaya masih ingat saat dia pulang ke rumah dan melihat kondisi istrinya terkapar di lantai.
“Soalnya pas pulang salat Maghrib. Kok pintu depan ini ke buka sedikit. Saat masuk ke dalam, ibu sudah posisi telungkup. Bagian muka bengkak, mulut juga keluar darah,” ujarnya.
Saat mencoba membangunkan istrinya, Jaya hanya mendengar nada terpatah-patah bahwa ada perampok.
“Kayak orang melet gitu istri saya ngomongnya, baru dirampok tadi sambil menahan sakit,” terangnya.
Baca juga: Perampokan di Batam, DPRD Minta Pengamanan di Tempat Perbelanjaan Diperketat
Jay juga menambahkan, saat itu dirinya langsung menghubungi anak laki-lakinya untuk meminta pertolongan.
“Barulah anak saya datang bawa ke rumah sakit. Sambil melaporkan juga kejadian itu ke Pak RT. Malamnya polisi datang cek ke sini,” ungkapnya.
Ia pun tidak menyangka, istrinya menjadi korban perampokan. Ia tidak bisa menerima apa yang sudah menimpa sang istri.
"Padahal sudah tua ibu ini, kenapa tega sampai digitukan. Gak ada lagi itu hatinya pelaku ini. Kalaulah dia mau ambil perhiasan yang dipakai ibu, pasti dikasih aja. Jangan dianiaya begitu,” tutupnya. (TribunBatam.id/Alfandi Simamora)
Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Kapolresta-Tanjungpinang-Kombes-Budi-Santosa-soal-kabar-perampokan-dslvn.jpg)