Rabu, 8 April 2026

Tabung Gas Meledak

Tabung Gas LPG Meledak di Karimun, Pertamina Minta Masyarakat Gunakan Regulator SNI

Area Manajer Communication, Relasions & CSR PT Pertamina Parta Niaga Regional Sumbagut, Susanto August Satria membagikan kiat agar terhindar dari mele

Penulis: Yeni Hartati | Editor: Eko Setiawan
Tribunbatam.id/Yeni Hartati
TABUNG GAS MELEDAK- Seorang pria mengalami luka bakar serius setelah menjadi korban ledakan tabung Gas di Karimun, Kepri, Rabu (26/9/2024) 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Meledaknya tabung elpiji di kawasan Perumahan Harapan Baru 3, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Area Manajer Communication, Relasions & CSR PT Pertamina Parta Niaga Regional Sumbagut, Susanto August Satria membagikan kiat agar terhindar dari meledaknya tabung elpiji.

"Saat menghidupkan kompor tetapi tak kunjung menyala, jangan lupa mengecek untuk di off kan kembali. Karna bisa jadi ada gas yang terbuang dari tabung," ujar Satria, Kamis (26/9/2024).

"Sehingga apabila ada orang yang sedang merokok atau terpantik api otomatis akan menyambar. Gas ini sifatnya uap sehingga apabila menempati ruangan akan menyebabkan kebakaran," timpanya.

Satria menyebut pemakaian gas elpiji skala rumah tangga sangat jarang sekali meledak, kecuali karet selang dari elpiji ke kompor mengalami kebocoran dan mengakibatkan gas keluar.

Baca juga: Gas LPG 3 Kg Langka di Batam, Kapolresta Barelang Pastikan Akan Turunkan Tim Satgas

"Apabila pemasangan gas ke regulatornya rapat dan selangnya tidak bocor serta tidak ada gas yang keluar dapat dipastikan tidak akan ada terjadi ledakan elpiji," ujarnya.

Dengan begitu, Satria meminta kepada masyarakat untuk memakai regulator yang sesuai SNI dan selalu mengecek secara berkala.

"Dapat dipastikan elpiji yang meledak itu ada gas yang keluar. Bisa dari kompor yang lupa di matikan karna apinya tidak nyala, ataupun dari selang regulator yang dipakai," ujarnya.

Kemudian, penggunaan karet yang jarang sekali di cek hingga menyebabkan bengkok ataupun pecah juga dapat memicu gas tabung yang keluar.

Baca juga: Warga Kesulitan Dapat Elpiji 3 Kilogram, Apakah Pertamina Dikurangi, Begini Penjelasannya

"Selang gas juga harus diperhatikan secara berkala. Kalau bisa pakai selang gas yang terbuka sehingga bisa melihat apakah ada sobekan ataupun jelek (usang)," ujarnya.

"Karna ada juga selang yang tertutup atau terbungkus. Itu sangat susah di kontrol atau dicek apakah masih bagus atau memang sudah rusak karna tidak ada celah," timpanya.

Penggunaan selang gas minimal harus dicek setahun sekali untuk meminimalisir kejadian kebocoran gas tabung elpiji tersebut.

"Tetapi perlu di ingat ini bukan standar harus di cek setahun. Bagi skala rumah tangga yang sering masak bisa juga setahun dilakukan dua kali pengecekan secara berkala," ujarnya. (TRIBUNBATAM.id / Yeni Hartati)

Baca berita Tribunbatam.id lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved