Kamis, 23 April 2026

Batam Terkini

Warga Kesulitan Dapat Elpiji 3 Kilogram, Apakah Pertamina Dikurangi, Begini Penjelasannya

Podcast di pandu langsung host Tribun Batam Sihat Manalu dan narasumber Sales Branch Manajer III Gas Kepri Gilang Hisyam

Penulis: Yeni Hartati | Editor: Eko Setiawan
Tribunbatam.id/Istimewa
Tribun Batam Podcast di pandu langsung host Tribun Batam Sihat Manalu (kanan) dan narasumber Sales Branch Manajer III Gas Kepri Gilang Hisyam Hasyemi (kiri) dalam edisi ekonomi, Rabu 25 September 2024, pukul 15.00 WIB. 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Tribun Batam kembali hadir dengan Podcast edisi ekonomi. Podcast hari ini bertema 'Warga Kesulitan Dapat Elpiji 3 Kilogram, Apakah Kouta Dikurangi Pertamina?'

Saksikan Tribun Podcast edisi Rabu 25 September 2024 Pukul 15.00 WIB live di Facebook dan Youtube Tribun Batam.

Podcast di pandu langsung host Tribun Batam Sihat Manalu dan narasumber Sales Branch Manajer III Gas Kepri Gilang Hisyam Hasyemi.

Berikut cuplikan wawancaranya. Keterangan TB: Tribun Batam dan GH: Gilang Hisyam Hasyemi.

TB: Sebenarnya apa yang terjadi hingga menyebabkan masyarakat di Kepri mengalami kesulitan mendapatkan gas elpiji?

GH: Kami sudah melakukan evaluasi dan monitoring mengenai kondisi di Kota Batam, tetapi perlu saya sampaikan kami tidak ada atau tidak melakukan pemotongan. Tapi perlu saya sampaikan ada dua hal, pertama adanya peningkatkan kebutuhan beberapa waktu kebelakang yang terjadi di beberapa sektor dan yang paling dominan itu UMKM. Seperti yang kita ketahui saat ini ekonomi sedang tumbuh apalagi sekarang banyak sekali bazar ataupun festival yang tidak bisa di pungkiri ada yang menggunakan tabung tiga kilo.

Sebenarnya penggunaan tabung gas tiga kilo telah di atur dalam surat Dirjen Migas nomor B-2461/MG/05/DJM/2022 berkenaan dengan pelarangan penggunaan elpiji bagi usaha sebagai berikut:

Perternakan, pertanian diluar jatah konversi, perikanan, usaha tani tembakau, usaha jasa las, restoran diluar dari UMKM, hotel, usaha binatu dalam hal laundry yang besar, kecil ataupun menengah, dan usaha batik.

TB: Sebenarnya apa permasalahannya hingga semacam keos elpiji ini?

GH: Pertama adanya peningkatan kebutuhan. Dan ada beberapa pangkalan agen-agen yang tidak menyalurkan pendistribusian tabung elpiji tiga kilo sesuai aturan. Oleh karena itu dalam proses sidak kemarin kami sudah menindak beberapa pangkalan yang melakukan penyalahgunaan sebagai indikator masyarakat Kota Batam mengalami kesulitan.

Kemudian diawal adanya kondisi itu sebenarnya tidak menyeluruh terjadi, artinya tidak terjadi di seluruh wilayah Kota Batam. Hasil investigasi kami itu terjadi diwilayah Bengkong, Batam Kota atau secara spesifik terjadi di Botania 2. Kami sudah komunikasikan ke Pemda dan kita buat penambahan bahan langsung kepada masyarakat atau yang biasa kita sebut dengan operasi pasar.

Dalam operasi pasar yang masif sehingga menyebabkan kepanikan (panic buying). Yang awalnya hanya di dua lokasi justru menyebar ke wilayah lain seperti Batu Aji, Sagulung, dan Sekupang.

Sehingga perlu saya sampaikan kepada masyarakat untuk tidak khawatir, saat ini distribusi telah normal dan ketersediaan di pangkalan juga semakin banyak.

TB: Adanya peningkatan kebutuhan masyarakat jika dibandingkan dengan tahun lalu berapa persen?

GH: Dalam proses penyaluran tiga kilo memiliki alokasi yang telah ditetapkan oleh Dirjen migas dan perlu disampaikan untuk Kota Batam dari tahun 2023 ke tahun 2024 ada peningkatan 0,01 persen. Dalam hal ini kami juga ingin mengapresiasi steakholder dalam hal ini Disperindag Kota Batam, rekan-rekan APH, Ombusman Provinsi selama ini kami merasa di suport oleh steakholder tersebut. Dan kepada masyarakat untuk tidak khawatir, kami akan melakukn pengendalian dalam proses penyaluran elpiji tiga kilo dengan baik.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved