PELABUHAN PELNI DI BATAM

Awal Desember, Kapal Pelni KM Kelud Pindah Sandar ke Pelabuhan Bintang 99 Batam

Kepala Pelni cabang Batam, M Iqbal optimistis kapal Pelni KM Kelud bisa sandar di Pelabuhan Bintang 99 di Batu Ampar, awal Desember 2024

Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
Beres
MONITORING - Tim gabungan dari KSOP Batam, Pelni, Direktur BUP Batam, Dinas Navigasi Tanjungpinang, serta Direktur Pelabuhan Bintang 99, kemarin sudah melakukan monitoring langsung terhadap progres persiapan di lokasi Pelabuhan Bintang 99 pada Rabu (6/11/2024) kemarin. Kapal Pelni KM Kelud diharapkan bisa sandar di Pelabuhan Bintang 99 Batam mulai awal Desember 2024 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Rencana pemindahan dermaga sandar kapal Pelni KM Kelud ke Pelabuhan Bintang 99 di Batu Ampar, Batam, mulai menemukan titik terang.

Pada bulan Desember 2024 mendatang kapal Pelni di Batam dipastikan sudah pindah sandar.

Hal itu diungkapkan Kepala Pelni cabang Batam, M Iqbal. Pihaknya optimistis, apalagi proses pengerukan alur laut hampir rampung hingga saat ini.

Rencana pemindahan juga didukung oleh stake holder lintas instansi di Batam. Mereka sepakat akan segera melakukan survei dan uji coba sandar Kapal Kelud di Pelabuhan Bintang 99 dalam waktu dekat.

Baca juga: Kapal KM Kelud Masih Beroperasi di Pelabuhan Batu Ampar Batam, Kapan Pindahnya?

"Tim gabungan dari KSOP Batam, Pelni, Direktur BUP Batam, Dinas Navigasi Tanjungpinang, serta Direktur Pelabuhan Bintang 99, kemarin sudah melakukan monitoring langsung terhadap progres persiapan di lokasi Pelabuhan Bintang 99," ungkap Iqbal, Kamis (7/11/2024).

Ia mengatakan, bahwa ini merupakan perkembangan signifikan. Pihaknya sudah melakukan survei teknis langsung ke lokasi Pelabuhan Bintang 99.

"Kita sudah melakukan survei teknis bersama Dinas Navigasi Tanjungpinang yang akan dilanjutkan dengan rapat internal bersama seluruh pemangku kepentingan bulan ini," ujarnya.

Ia melanjutkan, pengerukan alur laut hampir rampung, sehingga butuh waktu singkat untuk menuntaskannya. Jika nanti sudah rampung, maka kembali dilakukan survei teknis oleh Dinas Navigasi Tanjungpinang. Targetnya pertengahan bulan ini, kemudian diikuti uji coba sandar pada awal Desember.

"Semoga awal bulan depan, KM Kelud sudah dapat bersandar di Pelabuhan Bintang 99,” ujar Iqbal.

Baca juga: Kapal Pelni KM Kelud Tak Sandar di Pelabuhan Batu Ampar Batam Mulai November 2024

Uji coba ini merupakan langkah penting untuk memastikan Pelabuhan Bintang 99 siap secara teknis untuk menerima kapal-kapal besar, seperti KM Kelud.

Sebelumnya, Kepala Bidang Penegakan Hukum (Gakkum) KSOP Khusus Batam, Yuzirwan, menyebutkan proses pengerukan alur laut sudah dimulai pada awal Oktober dan akan rampung awal November.

Disampaikannya, pengerukan akan dilakukan di empat titik strategis di pelabuhan. Jika keempat titik itu sudah dikeruk, maka KM Kelud segera beroperasi di sana.

"Pengerukan ini dilakukan di empat titik. Satu titik berada di alur pelayaran, satu di area utara tempat sandar kapal, satu lagi di bagian selatan, dan satu di kolam pelabuhan. Ini diperlukan agar KM Kelud bisa bersandar dengan aman dan nyaman di Pelabuhan Bintang 99," ujar Yuzirwan, Oktober lalu.

Pihak pelabuhan bersama KSOP Khusus Batam menargetkan pengerukan akan segera rampung, sehingga uji coba sandar bisa dilakukan sebelum masuknya musim liburan.

Baca juga: KM Kelud Pindah ke Pelabuhan Bintang 99 Batam, Warga Minta Pemerintah Perbaiki Jalan

"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Pelabuhan Bintang 99 untuk memastikan pengerukan selesai sebelum November. Harapannya, pada Desember, saat peak season Natal dan Tahun Baru, KM Kelud sudah bisa bersandar di pelabuhan ini. Dengan begitu, penumpang bisa merasakan fasilitas terminal yang baru dan lebih layak,” ungkap Yuzirwan.

Beberapa pekan lalu, Tribun Batam menyaksikan aktivitas pengerukan di Pelabuhan Bintang 99 itu. Sejumlah alat seperti pipa panjang 200 meter dan mesin hisap lumpur serta alat lainnya sudah terpasang di perairan yang lokasinya tepat di samping dermaga. 

Beberapa petugas mulai melakukan pengerjaan. Layaknya project oil and gas, pengerjaan itu terlihat butuh skill khusus. Para karyawan mulai mengendalikan alat.

Di sepanjang dermaga, pipa hitam membentang mulai dari anjungan hingga buritan. Pengawasan kegiatan pengerukan diawasi langsung otoritas pelabuhan Kementerian Perhubungan. (TribunBatam.id/bereslumbantobing)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved