Jumat, 24 April 2026

BATAM TERKINI

Hipertensi Jadi Penyakit Terbanyak di Batam, Bagaimana Langkah Pencegahannya?

Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, adalah kondisi ketika tekanan darah seseorang melebihi batas normal, sering kali tanpa gejala. 

Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Agus Tri Harsanto
freepik.com
TEKANAN DARAH TINGGI - Inilah 5 bahan alami yang ampuh turunkan tekanan darah tinggi selain timun. FOTO: ILUSTRASI 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, adalah kondisi ketika tekanan darah seseorang melebihi batas normal, sering kali tanpa gejala. 

Penyebabnya beragam yang meliputi pola makan tinggi garam, kurang aktivitas fisik, stres, serta faktor genetik. 

Hal ini perlu diwaspadai karena dapat memicu penyakit jantung dan stroke jika tidak dikontrol.

Di Batam hipertensi tercatat sebagai penyakit paling banyak diidap masyarakat dengan angka kasus mencapai 8.672 hingga November 2024. 

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Batam, hipertensi esensial atau primer mendominasi, yaitu peningkatan tekanan darah drastis tanpa penyebab yang pasti.

Kadinkes Kota Batam, Didi Kusmarjadi mengungkapkan bahwa hipertensi esensial tidak hanya menyerang warga lanjut usia, tetapi juga berpotensi dialami oleh kalangan muda. 

"Hipertensi esensial tidak hanya menyerang orang yang berusia lanjut, tapi juga bisa menjangkit mereka yang berusia muda. Penyakit ini biasanya muncul karna faktor keturunan," jelasnya, Minggu (10/11/2024)

Baca juga: Polresta Barelang Salurkan Bantuan ke Panti Asuhan di Batam Kota

Dalam menghadapi tingginya kasus hipertensi, Didi mengingatkan upaya pencegahan yang bisa dimulai sejak usia muda. 

"Adapun langkah-langkah dalam mencegah hipertensi sejak usia muda dengan berolahraga secara teratur, istirahat yang cukup dan diet rendah garam," tambahnya.

Hipertensi berada di urutan tertinggi dari sepuluh kasus penyakit terbanyak yang diderita masyarakat Batam.

Selain hipertensi, beberapa penyakit lain juga tercatat tinggi di Batam

Selesma atau pilek menduduki posisi kedua dengan 3.477 kasus, diikuti gangguan pencernaan sebanyak 3.288 kasus dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sebanyak 3.243 kasus. 

Diabetes melitus juga menjadi perhatian dengan 1.783 kasus, disusul demam tak terspesifikasi 1.352 kasus.

Kemudian, ada Myalgia (nyeri otot) 704 kasus, pulpitis 618 kasus, batuk 530 kasus, serta maag sebanyak 275 kasus. (Tribunbatam.id/Ucik Suwaibah)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved