KPU Bintan

KPU Bintan Waspadai Penumpukan Pemilih di Siang Hari

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bintan simulasi pencoblosan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri, serta Bupati dan Wakil Bupati Bintan.

Tribun Batam.id/ Ronnye Lodo Laleng
SIMULASI  - KPU Bintan gelar simulasi pemilihan di Gedung Demang Lebar Daun Kijang, Bintan Timur (Bintim). 

TRIBUN BATAM. id, BINTAN  - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bintan simulasi pencoblosan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri, serta Bupati dan Wakil Bupati Bintan.

Giat ini di lakukan di Gedung Demang Lebar Daun Kijang, Bintan Timur (Bintim), Sabtu (9/11/2024).

Simulasi pemungutan dan penghitungan suara tersebut dilakukan untuk menguji kesiapa penyelengmelibatkan Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Ketua KPU Bintan Haris Daulay mengatakan, simulasi dilakukan untuk menguji beban kerja KPPS saat melakukan tugas di TPS. 

"Pilkada Tahun 2024 pemilih kita berjumlah maksimal 600 pemilih," kata Haris, Minggu (10/11/2024).

Dengan beban seperti itu, pemilihan dari pukul 07.00 WIB sampai dengan 13.00 WIB selama 6 jam. Maka setidaknya KPPS harus bisa melayani sekitar 100 pemilih setiap jam.

"Dari simulasi yang dilakukan bahwa lama waktu pemilih di TPS hingga selesai rata-rata 1 menit per orang," ungkapnya. 

Dalam situasi tersebut, KPPS harus mengantisipasi penumpukan TPS pada siang harinya.

Baca juga: Debat Publik Pilkada Bintan 2024 Tinggal Hitungan Jam, Panelis Siapkan 10 Sub Tema

"Kami sudah catat evaluasinya sebagai masukan untuk disampaikan kembali kepada KPPS, sehingga dapat diantisipasi pada saat pemungutan suara, 27 November 2024 mendatang," jelas Haris. 

Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu, KPU Bintan Syamsul mengatakan, kegiatan simulasi itu melibatkan ratusan warga Bintan yang ada di TPS 17 Kijang Kota.

"Di TPS 17, Kijang Kota ada 592 pemilih yang diundang untuk ikut simulasi pencoblosan," ucapnya.

Pihaknya melakukan pemungutan dan penghitungan suara itu merupakan tindak lanjut simulasi tingkat nasional dari KPU RI sesuai surat KPU nomor 2279 tahun 2024.

"Simulasi tingkat nasional dan Provinsi Kepri sudah dilakukan di TPS dan pemilih yang real," kata dia.

Selain itu, kegiatan yang dihadiri oleh semua PPK, PPS dan KPPS itu bagian dari sosialisasi untuk mengedukasi wajib pilih tentang mekanisme pemungutan suara.

Bukan hanya itu, petugas pilkada mulai dari KPPS, Pengawas serta para saksi juga diberikan pengetahuan secara teknis perubahan tempat duduk untuk melakukan pengawasan serta mencocokan data wajib pilih saat hendak menyalurkan hak pilih di dalam TPS.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved