MENDIKDASMEN KUNKER KE BATAM

Mendikdasmen Abdul Mu'ti Kunker ke SMKN 1 Batam, Jawab Kritik Lulusan SMK Sulit Kerja

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia, Prof Abdul Mu'ti menyampaikan program-program pendidikan saat kunker ke SMKN 1 Batam, Jumat (15/11)

Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Dewi Haryati
Ucik Suwaibah/Tribun Batam
KUNKER KE BATAM - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof Abdul Mu'ti usai kunjungan ke SMK N 1 Batam, Jumat (15/11/2024) 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia, Prof Abdul Mu'ti melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kota Batam, Provinsi Kepri, Jumat (15/11/2024).

Ia datang ke Batam hari ini untuk menyampaikan program-program yang direncanakan terkait pendidikan di tahun 2025.

Abdul Mu'ti datang ke SMK N 1 Batam, sekaligus untuk melihat bagaimana sekolah berkolaborasi dengan berbagai perusahaan industri dalam mencipatkan lulusan siap kerja.

Terkait kritik yang menyebutkan lulusan SMK belum siap masuk dunia kerja, ia memberikan responsnya.

Baca juga: SMKN 1 Batam Rebut Juara 3 UT Batam HI School Futsal Championship 2024

Ia menyebut pentingnya kolaborasi SMK dengan dunia industri agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

"Termasuk tadi saya sampaikan ke Pak Direktur agar nanti kedepan, anak-anak yang belajar di SMK ini lulus tidak hanya mendapatkan ijazah SMK, tapi punya sertifikasi beberapa keahlian yang memungkinkan mereka masuk dunia kerja dengan sertifikasi," ujar Abdul Mu'ti.

Ia juga melihat bagaimana SMK Negeri 1 Batam yang sudah memiliki jaringan kemitraan yang baik dengan dunia usaha.

"Di SMK N 1 Batam, yang memiliki jaringan cukup bagus dengan dunia usaha," ujarnya.

Menurutnya model kolaborasi ini memungkinkan banyak lulusan langsung terserap kerja sesuai kompetensi yang mereka pelajari.

"Tadi juga inventori ke SMK 1 yang sudah kerjasama, banyak muridnya yang masuk dunia kerja," kata Abdul.

Ditanya apakah diperlukan Peraturan Menteri (Permen) untuk kedepannya?

"Tidak perlu diatur dalam permen, nanti kami akan membuat arahan dan kebijakan. Kalau itu memang diperlukan permen, kita akan lakukan," ungkapnya.

Baca juga: SMKN 1 Batam Jadi Lokasi Seleksi Worldskills ASEAN Philippines 2025 Bidang Industrial Automation

Dengan kolaborasi yang lebih kuat antara SMK dan dunia industri, ia berharap para lulusan SMK tak hanya siap bersaing, tetapi juga memiliki sertifikasi kompetensi sebagai nilai tambah. 

Selain itu diharapkan dapat menjadi jawaban atas berbagai kritikan yang menyebutkan lulusan SMK belum siap memasuki dunia kerja.

"Ke depannya, kita ingin lulusan SMK dapat langsung bekerja dengan bekal ijazah dan sertifikasi yang diakui dunia usaha," tutupnya. (Tribunbatam.id/Ucik Suwaibah)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News

Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved