Polisi Tembak Polisi di Solok Selatan
Profil AKBP Arief Mukti Kapolres Solok Selatan, Dituding Terima Rp 600 Juta Perbulan Dari Tambang
AKBP Arief Mukti dituding menerima uang setoran Rp 600 juta perbulan dari kasus tambang ilegal di Solok Selatan. Ia dituding membekingi tambang Ilegal
TRIBUNBATAM.id, SOLOK SELATAN - Profil AKBP Arief Mukti Kapolres Solok Selatan, kini namanya kembali diperbincangan di tubuh Polri pasca mencuatnya informasi kalau dirinya membekingi aktifitas tambang ilegal di Kabupaten Solok Selatan.
Diketahui, Kasus ini penambangan ilegal di Kabupaten Solok Selatan ini mencuat setelah Kasat Reskrim Solok Selatan AKP Riyanto Ulil Anshar tewas ditangan Kabag Ops Polres Solok Selatan AKP Dadang Iskandar.
Direktur Eksekutif WALHI Sumbar, Wengki Purwanto menduga AKBP Arief Mukti menerima uang dari beroperasinya tambang ilegal.
"Dari hasil analisis WALHI terhadap kasus ini, ternyata ada fakta lain yang belum dijelaskan ke publik oleh Kapolri maupun Kapolda (Sumbar)."
"Ternyata Kapolres (Solok Selatan) disebut menerima aliran dana tambang ilegal per bulan itu Rp600 juta per bulan dari 20 unit alat berat, dan dari tambang-tambang lain yang disebut tambang tradisional," ujar Wengki, dikutip dari TribunPadang.com, Senin (8/12/2024).
Oleh karenanya, WALHI Sumbar mendesak Kapolri Listyo Sigit Prabowo untuk turun tangan.
Baca juga: Kapolres Solok Selatan Diselamatkan Ajudan Saat Rumahnya Ditembaki Oleh AKP Dadang Iskandar
Wengki tidak hanya meminta AKBP Arief Mukti untuk diperiksa, melainkan mulai dari Kapolda Sumbar hingga Kapolres lain di wilayah hukum Sumatera Barat.
"Dengan fakta ini, mestinya kasus ini diambil langsung oleh Kapolri. Dalam arti, tidak hanya soal Dadang saja. Tapi Kapolri harus memeriksa Kapolda secara langsung dan seluruh Kapolres di Sumatera Barat."
"Karena tambang ilegal ini masif, tidak hanya di Kabupaten Solok Selatan, juga Sijunjung, Solok, Dharmasraya, Pasaman, Pasaman Barat, dan di banyak tempat," tegas Wengki.
Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Sumbar Kombes Pol Dwi Sulistyawan buka suara terkait tudingan ini.
Ia menginformasikan, Polda Sumbar sedang mendalami dugaan keterlibatan AKBP Arief Mukti terkait tambang ilegal.
Profil AKBP Arief Mukti
Sosok AKBP Arief Mukti pun ikut jadi sorotan terkait kejadian menewaskan anak buahnya, AKP Ulil.
AKBP Arief Mukti adalah alumni Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2001.
AKBP Arief Mukti menjabat sebagai Kapolres Solok Selatan sejak tahun 2022.
tambang ilegal
Polisi tembak polisi di Solok Selatan
AKBP Arief Mukti
AKP Riyanto Ulil Anshar
AKP Dadang Iskandar
Kapolri Listyo sigit Prabowo
| Galian C Ilegal di Balik AKP Dadang Tembak Kompol Ryan, Kapolres Solok Selatan Tolak Amplop Coklat |
|
|---|
| Polisi Tembak Polisi di Solok Selatan, Ibu AKP Riyanto Ulil Minta Pelaku Dihukum Mati |
|
|---|
| Kapolres Solok Selatan Diselamatkan Ajudan Saat Rumahnya Ditembaki Oleh AKP Dadang Iskandar |
|
|---|
| Eks Kabareskrim Menduga AKP Dadang Iskandar Bekingan Tambang, Bahas Pemicu Tembak AKP Ulil Ryanto |
|
|---|
| Perbandingan Harta Kekayaan AKP Dadang Iskandar dan AKP Ulil Ryanto, Pelaku Penembakan Lebih Banyak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/AKBP-Arief-Mukti-dan-AKP-Ryanto-Ulil-Anshar.jpg)