Sabtu, 2 Mei 2026

Jalan di Lingga Kepri Ini Nyaris Putus Gegara Abrasi

Jalan penghubung antar dusun di Desa Laboh, Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), nyaris terputus akibat abrasi.

Tayang:
Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Istimewa
JALAN DI LINGGA - Jalan penghubung antar dusun di Desa Laboh, Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), nyaris terputus akibat abrasi. 

TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Jalan penghubung antar dusun di Desa Laboh, Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), nyaris terputus akibat abrasi.

Kondisi cuaca ekstrem, dengan musim gelombang tinggi yang masih terjadi, membuat tanah tergerus akibat abrasi, hingga hampir memakan jalan.

Ketua RT setempat, Mizan, mengungkapkan masyarakat di wilayahnya sangat membutuhkan akses jalan penghubung antar dusun tersebut.

Jalan tersebut sebagai akses anak bersekolah di pulau tersebut. 

“Kalau jalan sampai terputus maka anak-anak kami akan kesulitan untuk pergi ke sekolah,” ucapnya, Kamis (9/1/2025).

Ia percaya Pemkab Lingga dibawa kepemimpinan Bupati Lingga, Muhammad Nizar peka dengan kebutuhan masyarakat ini. Dana Desa tidak memungkinkan untuk membangun pengedaman pantai ini. 

Baca juga: Jalan di Lingga Milik Pemprov Kepri Ini 4 Tahun Amblas Ancam Nyawa Pengendara

“Panjang rawan abrasi di lokasi yang disebut  Batu Nenek ini adalah 100 meter. Kami percaya pak Nizar peka dan cepat merespon kebutuhan masyarakat di pulau kami,” imbuhnya.

Kondisi ini menjadi perhatian sejumlah warga. Salah satunya bagi pengurus LSM Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI) Provinsi Kepri, Rapani.

Pria yang akrab disapa Cingho ini, meminta Pemerintah Kabupaten Lingga maupun Provinsi Kepri memperhatikan kondisi jalan yang dibuat mengunakan Dana Desa (DD).

“Kami minta pemerintah daerah baik Pemprov Kepri maupun Pemkab Lingga peka akan kondisi ini. Jalan ini merupakan satu satunya akses sosial ekonomi masyarakat,” kata Rapani.

Ia menjelaskan, persoalan abrasi ini sebenarnya telah berulang kali disampaikan masyarakat kepada pemerintah daerah.

Baca juga: Jalan di Lingga Hancur Gegara Alat Berat, Warga Tagih Janji 2 Perusahaan

Namun. Hingga saat ini belum mendapat tanggapan yang serius dari pihak berwenang.

“Saat ini kondisi musim utara dimana gelombang air laut tinggi. Jika terus dibiarkan dikuatirkan jalan tersebut terputus dan aktivitas sosial ekonomi masyarakat menjadi terganggu,” terangnya.(TribunBatam.id/Febriyuanda)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved