Kamis, 11 Juni 2026

VIRAL BUAYA LEPAS DI BATAM

Kata Akademisi Soal Buaya Lepas di Batam Gegara Pagar Penangkaran Pulau Bulan Jebol

Akademisi di Batam buka suara terkait kejadian buaya lepas dari penangkaran Pulau Bulan hingga bikin resah warga pesisir.

Tayang:
TribunBatam.id/Dok. Warga
BUAYA LEPAS DI BATAM VIRAL - Warga Pulau Buluh, Kota Batam, Kepri saat menangkap buaya yang diduga lepas dari penangkaran Pulau Bulan, Kecamatan Bulang, Akademisi buka suara terkait insiden yang menbuat resah warga pesisir Batam ini. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Insiden buaya lepas di Batam akibat pagar penangkaran buaya di Pulau Bulan jebol menimbulkan keresahan bagi masyarakat pesisir di sana.

Sejumlah buaya di Batam yang lepas dari penangkaran bahkan memasuki area permukiman pesisir warga.

Ketakutan akibat buaya lepas dari penangkaran di Batam ini juga muncul dari nelayan yang sehari-hari menggantungkan hidup dari hasil laut.

Seorang akademisi kampus Institut Teknologi dan Bisnis Indobaru Nasional (IIBN) Batam, Rikson menilai lemahnya pengawasan pemerintah daerah (Pemda) serta kurangnya tindakan legislatif dari DPRD untuk memastikan keamanan fasilitas penangkaran satwa liar.

Menurut Rikson, sebagai pihak yang bertanggung jawab, Pemda dinilai gagal menjalankan pengawasan ketat terhadap fasilitas penangkaran. 

"Tidak adanya inspeksi berkala menunjukkan kelalaian serius dalam mencegah risiko yang dapat membahayakan masyarakat," ujar Rikson, Jumat (17/1/2025).

 

 

Ia menyampaikan Penanganan yang lambat serta kurangnya informasi resmi semakin memperburuk kepercayaan publik terhadap kemampuan Pemda.

"Pemda mengklaim hanya lima ekor buaya yang lepas, namun warga melaporkan lebih banyak penampakan di berbagai lokasi. Pemerintah harus segera melakukan verifikasi independen untuk memastikan kebenaran data dan memberikan informasi yang transparan kepada masyarakat," tuturnya. 

Sebagai lembaga legislatif, DPRD dinilai kurang proaktif dalam merumuskan regulasi untuk mencegah insiden seperti ini.

Hingga saat ini, belum ada langkah konkret untuk meningkatkan standar keamanan penangkaran atau memastikan akuntabilitas pengelola. 

"DPRD juga baru bertindak setelah insiden terjadi. Ini kan kurangnya tekanan preventif terhadap perusahaan penangkaran," katanya. 

Keresahan masyarakat meningkat akibat ancaman buaya.

Baca juga: Buaya Lepas di Batam VIRAL, Nelayan Batam Kecewa Sikap Perusahaan, Kami Butuh Jawaban Benar

Nelayan yang menggantungkan hidupnya pada hasil tangkapan laut, kini khawatir untuk melaut.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved