VIRAL BUAYA LEPAS DI BATAM
Kata Akademisi Soal Buaya Lepas di Batam Gegara Pagar Penangkaran Pulau Bulan Jebol
Akademisi di Batam buka suara terkait kejadian buaya lepas dari penangkaran Pulau Bulan hingga bikin resah warga pesisir.
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Insiden buaya lepas di Batam akibat pagar penangkaran buaya di Pulau Bulan jebol menimbulkan keresahan bagi masyarakat pesisir di sana.
Sejumlah buaya di Batam yang lepas dari penangkaran bahkan memasuki area permukiman pesisir warga.
Ketakutan akibat buaya lepas dari penangkaran di Batam ini juga muncul dari nelayan yang sehari-hari menggantungkan hidup dari hasil laut.
Seorang akademisi kampus Institut Teknologi dan Bisnis Indobaru Nasional (IIBN) Batam, Rikson menilai lemahnya pengawasan pemerintah daerah (Pemda) serta kurangnya tindakan legislatif dari DPRD untuk memastikan keamanan fasilitas penangkaran satwa liar.
Menurut Rikson, sebagai pihak yang bertanggung jawab, Pemda dinilai gagal menjalankan pengawasan ketat terhadap fasilitas penangkaran.
"Tidak adanya inspeksi berkala menunjukkan kelalaian serius dalam mencegah risiko yang dapat membahayakan masyarakat," ujar Rikson, Jumat (17/1/2025).
Ia menyampaikan Penanganan yang lambat serta kurangnya informasi resmi semakin memperburuk kepercayaan publik terhadap kemampuan Pemda.
"Pemda mengklaim hanya lima ekor buaya yang lepas, namun warga melaporkan lebih banyak penampakan di berbagai lokasi. Pemerintah harus segera melakukan verifikasi independen untuk memastikan kebenaran data dan memberikan informasi yang transparan kepada masyarakat," tuturnya.
Sebagai lembaga legislatif, DPRD dinilai kurang proaktif dalam merumuskan regulasi untuk mencegah insiden seperti ini.
Hingga saat ini, belum ada langkah konkret untuk meningkatkan standar keamanan penangkaran atau memastikan akuntabilitas pengelola.
"DPRD juga baru bertindak setelah insiden terjadi. Ini kan kurangnya tekanan preventif terhadap perusahaan penangkaran," katanya.
Keresahan masyarakat meningkat akibat ancaman buaya.
Baca juga: Buaya Lepas di Batam VIRAL, Nelayan Batam Kecewa Sikap Perusahaan, Kami Butuh Jawaban Benar
Nelayan yang menggantungkan hidupnya pada hasil tangkapan laut, kini khawatir untuk melaut.
| Masih Ada Buaya Berkeliaran, Disbudpar Imbau Warga Batam Kurangi Aktivitas ke Pantai |
|
|---|
| Tersisa Dua Ekor Buaya Penangkaran Pulau Bulan Batam yang Masih Berkeliaran Bebas |
|
|---|
| Pengelola Wisata Pantai di Batam Diminta Waspada Buaya Lepas, Sisa 3 Ekor Belum Ditangkap |
|
|---|
| Tim Terpadu Kasih Kepastian Jumlah Buaya Pulau Bulan Batam yang Lepas, Total 39 Ekor |
|
|---|
| Nelayan Batam Masih Dihantui Buaya Lepas, Benarkah Kabar Buaya sudah Sampai Barelang? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Warga-berhasil-tangkap-buaya.jpg)