Senin, 27 April 2026

TEWAS TERTIMPA TEMBOK

Sosok Hamidah Lansia Tewas Tertimpa Tembok di Lingga, Semasa Hidup Keliling Jualan Kue

Hamidah dikenal sehari-hari beraktivitas sebagai penjual kue keliling. Warga Desa Persing, Kabupaten Lingga, yang meninggal tertimpa tembok dapur

Penulis: Febriyuanda | Editor: Agus Tri Harsanto
Tribunbatam.id/istimewa dari pihak keluarga
Hamidah (66), lansia yang meninggal dunia tertimpa reruntuhan tembok dapur di Desa Persing, Kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri, Minggu (19/1/2025). Semasa hidup menjual kue keliling menggunakan sepeda. 

TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Hamidah (66), hampir dikenali oleh seluruh warga di Desa Persing, Kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Wanita lanjut usia ini, ditemukan meninggal dunia usai tertimpa reruntuhan tembok pembatas antara dapur dan WC yang roboh karena abrasi, Minggu (19/1/2025).

Kepergian Midah, memunculkan banyak kenangan oleh keluarga bahkan warga setempat yang berada di desanya.

Hamidah dikenal sehari-hari beraktivitas sebagai penjual kue keliling.

Sebelum meninggal, banyak warga yang mengatakan bahwa Hamidah dalam kondisi sehat tanpa ada keluhan.

"Beberapa hari lalu saya ke sini, kondisi sehat betul, dia biasanya jual kue setiap hari. Biasa dipanggil Midah," ungkap Wanita Lansia setempat, saat melayat ke rumah duka.

Midah biasanya setiap hari menjajakan kuenya mengelilingi Desa Persing dan Desa Berindat, menggunakan sepeda.

Ia setiap pagi mengayuhkan sepedanya, sambil menawarkan kue yang ia buat ke warga.

Baca juga: Wanita Lansia Meninggal Tertimpa Tembok Roboh di Lingga, Hamidah Dimakamkan di TPU Persing

Darwan, yang merupakan keluarganya, menceritakan bahwa memang Hamidah setiap hari selalu bangun subuh hari untuk membuat kue yang ingin ia jajakan.

"Biasanya jam 3 atau 4 subuh dia sudah bangun, untuk buat kue yang ingin ia jual," ungkap Darwan, kepada Tribunbatam.id.

Wajar saja, Darwan dan keluarga lain mengira, bahwa Midah tertimpa tembok tersebut saat subuh hari, di mana air laut sedang pasang besar dan ingin bersiap membuat kue.

Saat itu di rumahnya, masih terlihat perkakas kue yang ingin Midah siapkan untuk dibuat.

"Masih ada tepung dan bahan untuk dia buat kue di rumah itu," ujarnya.

Darwan menjelaskan, Hamidah pagi-pagi sekali sudah mengayuhkan sepedanya untuk menjajakan kue, sebagai sarapan warga.

"Pokoknya jam 5.30 WIB dia sudah keluar rumah jual kue, sampai jam 8 pagi. Hampir semue orang di Desa Persing dan Berindat ini kenal dia (almarhumah-red)," ungkapnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved