VIRAL BUAYA LEPAS DI BATAM
Cerita Nelayan Batam Ucu Mazlan Bertaruh Nyawa Buru Buaya Lepas Dari Pulau Bulan
Cerita Ucu Mazlan (70), nelayan Pulau Air Batam bertaruh nyawa demi memburu buaya yang lepas dari penangkaran Pulau Bulan. Ini cara yang dilakukannya
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Perburuan buaya lepas dari penangkaran di Pulau Bulan, Kecamatan Bulang, Batam, menjadi cerita yang mendebarkan bagi warga Batam.
Tidak hanya aparat TNI dan Polri yang turun tangan, nelayan di Batam yang berada tak jauh dari Pulau Bulan juga bahu-membahu memburu reptil pemangsa ini.
Sederet cerita heroik mewarnai pengalaman para nelayan Batam yang sehari-harinya menangkap ikan, justru kini menangkap buaya. Nyawa pun menjadi taruhan.
Adalah Ucu Mazlan, pria berusia 70 tahun dari Pulau Air, menjadi buah bibir karena keberaniannya menangkap dua ekor buaya dengan cara yang nyaris membuat nyawanya melayang.
Baca juga: Update Terbaru, Sudah 32 Ekor Buaya Ditangkap, Berapa Ekor Buaya Pulau Bulan Batam Lepas?
Saat malam turun, Ucu dan rekan-rekannya memulai patroli menggunakan boat berukuran kecil andalan nelayan. Ucu bersama sejumlah nelayan kerap turun dalam sepekan terakhir sejak jebolnya pagar penangkaran buaya di Pulau Bulan pada Senin (13/1/2025) pagi.
"Sejak jebol pagar buaya itu, kami sama beberapa nelayan pulau turun ikut patroli malam. Kamis malam, kami gabung sama nelayan Pulau Buluh berhasil tangkap 3 ekor," ujar Ucu, Senin (20/1/2025).
Ucu mengaku menangkap buaya tak semudah menangkap ikan. Apalagi di tengah gelapnya malam, suara kecipak air dan gerakan samar di permukaan menjadi petunjuk keberadaan buaya. Pantulan cahaya dari senter kecil menembus mata buaya, mempertegas target nelayan yang tengah melakukan perburuan.
"Pas kami mau tangkap waktu itu, mulut buaya tiba-tiba menganga tepat di depan saya. Rasanya seperti sedang bertarung,” cerita Ucu sambil mengenang momen menegangkan tersebut.
Dengan pengalaman puluhan tahun melaut, Ucu sudah memahami bagaimana menghadapi predator seperti buaya. Ucu juga mengenakan baju berwarna merah. Berbekal senter dan batang kayu, ia langsung mengarahkan cahaya ke mata buaya untuk mengalihkan perhatiannya.
"Mata buaya itu seperti terhipnotis cahaya. Begitu dia menyerang, saya arahkan ke batang kayu yang saya pegang. Saya juga pakai baju merah. Kata orang tua dulu kalau menghadapi buaya harus pakai seragam merah, biar dia tak terlalu ganas," ujarnya.
Setelah itu, ia dan rekannya segera mengikat tubuh reptil tersebut dengan tali yang sudah disiapkan.
Ucu bukanlah pawang buaya, apalagi disebut orang pintar. Namun bermodal pengalaman dan ajaran orang tua ketika menghadapi hewan buas, membuatnya mahir.
Baca juga: Cerita Nelayan Pulau Bulang Nekat Patroli Malam Tangkap Buaya Bermodal Lampu Senter Kecil
Menurut Ucu, patroli bersama nelayan lainnya telah membuahkan hasil dengan penangkapan belasan buaya sejak insiden pagar penangkaran buaya jebol terjadi.
Meski demikian, ancaman masih terasa di berbagai wilayah, terutama di sekitar permukiman dan jalur melaut nelayan.
"Buaya-buaya ini sering terlihat di sekitar pulau-pulau kecil. Kami tidak bisa tenang karena mereka bisa muncul kapan saja,” katanya.
| Masih Ada Buaya Berkeliaran, Disbudpar Imbau Warga Batam Kurangi Aktivitas ke Pantai |
|
|---|
| Tersisa Dua Ekor Buaya Penangkaran Pulau Bulan Batam yang Masih Berkeliaran Bebas |
|
|---|
| Pengelola Wisata Pantai di Batam Diminta Waspada Buaya Lepas, Sisa 3 Ekor Belum Ditangkap |
|
|---|
| Tim Terpadu Kasih Kepastian Jumlah Buaya Pulau Bulan Batam yang Lepas, Total 39 Ekor |
|
|---|
| Nelayan Batam Masih Dihantui Buaya Lepas, Benarkah Kabar Buaya sudah Sampai Barelang? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/20012025Ucu-Mazlan1.jpg)