Minggu, 26 April 2026

WNI Korban Kecelakaan Kerja di Jepang, Tris Rizki Akbar Tulang Jadi Tulang Punggung Keluarga

WNI korban kecelakaan kerja di Jepang, Tris Rizki Akbar Reformansyah semasa hidup dikenal sebagai sosok yang menomor satukan keluarga, tulang punggung

|
Editor: Dewi Haryati
Instagram @trizky_ar
WNI KORBAN KECELAKAAN KERJA - Foto tangkap layar di instagram @trizky_ar yang diunggah 24 November 2024. Triz Rizki Akbar Reformansyah (26), WNI asal Palembang menjadi korban tewas akibat kecelakaan kerja di Jepang, pada Senin (27/1/2025) sekitar pukul 15.30 waktu setempat. Sosoknya merupakan tulang punggung keluarga 

PALEMBANG, TRIBUNBATAM.id - Inilah sosok Warga Negara Indonesia (WNI), korban tewas kecelakaan kerja di Jepang, Senin (27/1/2025) lalu.

Diketahui, seorang WNI asal Palembang, Tris Rizki Akbar Reformansyah (26) menjadi korban kecelakaan kerja saat sedang melakukan perbaikan jalan atau jembatan di Hatsukaichi, Hiroshima, sekitar pukul 15.30 waktu setempat di Hiroshima, Jepang.

Konstruksi pembangunan jalan tol itu ambruk.

Dua pekerja dilaporkan tewas terjatuh dari ketinggian 20 meter dalam kecelakaan kerja tersebut. Satu di antaranya adalah Tris Rizki Akbar.

Baca juga: WNI Asal Palembang Tewas dalam Kecelakaan Kerja di Jepang, Ini Identitasnya

Jenazah WNI korban kecelakaan kerja di Jepang tersebut saat ini masih belum tiba di Indonesia. Diperkirakan Sabtu, 1 Februari 2025, jenazah Tris tiba di kampung halamannya di Palembang.

Sementara itu, kesedihan mendalam terlihat dari raut wajah keluarga korban.

Bagaimana tidak, Kiki, panggilan akrab korban semasa hidup dikenal sebagai sosok yang menomor satukan keluarga, terlebih sang ayah sudah meninggal dunia. 

Kiki turut menjadi tulang punggung bagi sang ibu, sebab kedua kakaknya sudah berkeluarga.

Almarhum merupakan anak ketiga dari lima bersaudara.

Hal ini diungkap Cik Ima (55), ibu kandung Kiki yang tak sanggup menahan tangis saat ditemui wartawan Tribunsumsel.com di kediamannya di Jalan Silaberanti RT 004, Kelurahan Silaberanti, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang

Kata Cik Ima didampingi Herci (34 tahun), anak sulungnya yang juga kakak korban, sehari sebelum kecelakaan kerja itu terjadi, Kiki sempat video call dengannya dan menunjukkan slip gaji hasil bekerja di Jepang.

"Pertama video call hari Sabtu cerita kalau gaji dia besok keluar, terus hari Minggu Video Call lagi nunjukin slip gajinya katanya 'Alhamdulillah ma besar bulan ini, memang rezeki mama nian'. Memang setiap Minggu saya video call sama dia," ujar Cik Ima sambil menahan tangis dilansir dari TribunSumsel.com, Jumat (31/1/2025).

Saat video call terakhir itulah, menjadi kesan terakhir dari almarhum sebelum keesokan harinya kejadian nahas menimpa.

"Di hari itu saya merasa bahagia sekali, jadi itu menjadi kesan terakhir. Firasat sama sekali tidak ada," ungkapnya.

Bagi almarhum, keluarga adalah nomor satu dan tidak pernah melupakan ibunya sebagai orangtua. Terlebih sang ayah sudah meninggal.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved