RAMADHAN 2025
Larangan Saat Puasa Ramadhan yang Sebaiknya Dihindari, Lengkap dengan Dalilnya
Puasa Ramadan adalah ibadah yang tidak hanya menahan lapar dan dahaga tetapi juga menjaga diri dari hal-hal yang bisa membatalkan atau mengurangi
TRIBUNBATAM.id - Puasa Ramadan adalah ibadah yang tidak hanya menahan lapar dan dahaga tetapi juga menjaga diri dari hal-hal yang bisa membatalkan atau mengurangi pahala puasa.
Ada beberapa larangan yang harus diperhatikan oleh umat Muslim selama menjalankan ibadah puasa agar puasanya diterima oleh Allah SWT.
Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai larangan saat puasa Ramadan yang sebaiknya dihindari, lengkap dengan dalil dari hadis Nabi.
1. Makan dan Minum dengan Sengaja
Makan dan minum dengan sengaja saat berpuasa tentu saja membatalkan puasa. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
"Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, serta makan dan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam." (QS. Al-Baqarah: 187)
Hadis Rasulullah SAW juga menjelaskan:
"Barang siapa yang lupa dalam keadaan berpuasa lalu ia makan atau minum, hendaklah ia menyempurnakan puasanya, karena sesungguhnya Allah-lah yang telah memberinya makan dan minum." (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari hadis ini, jika seseorang lupa dan tidak sengaja makan atau minum, maka puasanya tetap sah. Namun, jika dilakukan dengan sengaja, puasanya batal dan harus diqadha setelah Ramadan.
2. Berbohong, Menggunjing, dan Berkata Kotor
Puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga lisan dari perkataan yang tidak baik seperti berbohong, bergunjing (ghibah), dan berkata kotor.
Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dusta, maka Allah tidak butuh (tidak menerima) puasanya meskipun ia meninggalkan makan dan minumnya." (HR. Bukhari)
Dari hadis ini, jelas bahwa puasa tidak hanya soal menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menjaga diri dari keburukan lisan.
3. Marah dan Emosi Berlebihan
Salah satu hal yang juga dilarang selama berpuasa adalah mudah marah dan tidak bisa mengontrol emosi.
Rasulullah SAW bersabda:
"Jika salah seorang di antara kalian sedang berpuasa, maka janganlah berkata buruk dan jangan berbuat kebodohan. Jika ada seseorang yang mengajaknya bertengkar atau mencelanya, maka katakanlah: ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa’." (HR. Bukhari dan Muslim)
Menahan emosi dan menjaga hati dari rasa amarah adalah bagian dari ibadah puasa agar tidak sia-sia.
4. Melakukan Ghibah dan Namimah
Ghibah (menggunjing) dan namimah (mengadu domba) adalah dosa besar dalam Islam dan sangat dilarang saat berpuasa. Rasulullah SAW bersabda:
"Tahukah kalian apa itu ghibah?" Para sahabat menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui." Beliau berkata, "Engkau menyebut saudaramu dengan sesuatu yang ia benci." (HR. Muslim)
Dalam hadis lain, Rasulullah pernah bersabda mengenai dua wanita yang berpuasa tetapi tetap bergunjing, beliau berkata:
"Sesungguhnya kedua wanita ini berpuasa dari apa yang dihalalkan oleh Allah dan berbuka dengan sesuatu yang diharamkan oleh-Nya. Mereka duduk-duduk memakan daging manusia (ghibah)." (HR. Ahmad)
Dari hadis ini, jelas bahwa ghibah dapat merusak pahala puasa, bahkan bisa membatalkannya jika tidak disertai dengan penyesalan dan taubat.
5. Melakukan Perbuatan Maksiat
Selama berpuasa, seorang Muslim harus menjaga dirinya dari segala bentuk maksiat, baik dalam bentuk tindakan, ucapan, maupun pikiran. Rasulullah SAW bersabda:
"Banyak orang yang berpuasa, tetapi tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali rasa lapar dan haus." (HR. Ibnu Majah)
Oleh karena itu, menjaga diri dari perbuatan dosa sangat penting agar ibadah puasa kita tidak sia-sia.
6. Bermalas-Malasan dan Menghabiskan Waktu dengan Hal yang Tidak Bermanfaat
Puasa bukanlah alasan untuk bermalas-malasan.
Justru, bulan Ramadan adalah waktu untuk meningkatkan ibadah seperti membaca Al-Qur'an, shalat sunnah, dan bersedekah.
Rasulullah SAW sangat aktif beribadah selama Ramadan, sebagaimana yang diceritakan oleh Aisyah RA:
"Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadan." (HR. Bukhari dan Muslim)
Jangan sampai waktu berpuasa hanya dihabiskan untuk tidur sepanjang hari atau melakukan hal yang tidak bermanfaat.
7. Meninggalkan Shalat dan Ibadah Lainnya
Puasa dan shalat adalah dua ibadah yang tidak dapat dipisahkan. Jika seseorang berpuasa tetapi meninggalkan shalat, maka puasanya kehilangan maknanya.
Rasulullah SAW bersabda:
"Perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat. Barang siapa meninggalkannya, maka ia telah kafir." (HR. Tirmidzi)
Oleh karena itu, menjaga shalat lima waktu, shalat tarawih, dan memperbanyak ibadah di bulan Ramadan sangat dianjurkan agar puasa semakin sempurna.
8. Berhubungan Suami Istri di Siang Hari
Salah satu larangan utama saat berpuasa adalah berhubungan suami istri di siang hari. Allah SWT berfirman:
"Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan Ramadan bercampur dengan istri-istri kamu. Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka.
Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu, karena itu Dia mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu.
Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu." (QS. Al-Baqarah: 187)
Jika seseorang melanggar larangan ini, maka puasanya batal dan wajib membayar kafarat, yaitu berpuasa selama dua bulan berturut-turut atau memberi makan 60 orang miskin.
Puasa Ramadan bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari berbagai perbuatan yang dapat mengurangi atau bahkan membatalkan pahala puasa.
Menjaga lisan, menghindari maksiat, dan memperbanyak ibadah adalah kunci agar puasa kita benar-benar diterima oleh Allah SWT.
Semoga kita semua bisa menjalankan puasa Ramadan dengan baik dan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Aamiin.
| Ketua DPRD Kepri Minta Pemda Cek Rutin Harga Bahan Pangan Selama Ramadhan |
|
|---|
| Merawat Kemabruran Puasa saat Ramadan oleh Menag RI Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA |
|
|---|
| Menjelang Ramadan 1446 H, Pembimas Hindu Kepri Sampaikan Harapan Kedamaian dan Keberkahan |
|
|---|
| Kemenag Batam Pantau Hilal di VTS Center Sengkuang Tentukan 1 Ramadhan 1446 Hijriah |
|
|---|
| Kemenag Batam Mulai Amati Hilal Tentukan Awal Ramadhan 1446 Hijriah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Larangan-Saat-Puasa-Ramadan-yang-Sebaiknya-Dihindari-Lengkap-dengan-Dalilnya.jpg)