RAMADHAN 2025

Ketua DPRD Kepri Minta Pemda Cek Rutin Harga Bahan Pangan Selama Ramadhan

Ketua DPRD Kepri meminta agar distributor tak menimbun bahan pangan selama Ramadhan yang berdampak harga melambung.

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Endra Kaputra
RAMADHAN 2025 - Potret Pasar Bintan Center, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri. Ketua DPRD Kepri, Iman Sutiawan meminta Pemerintah Daerah rutin cek harga bahan pangan secara berkala. Ia juga mengingatkan distributor untuk tidak menimbun bahan pangan dan bahan pokok secara berlebihan. Sehingga berdampak pada harga yang melonjak. 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Ketua DPRD Kepri, Iman Sutiawan meminta Pemerintah daerah (Pemda) untuk mengecek rutin terhadap harga pangan selama Ramadhan.

Politisi Gerindra itu juga meminta kepada para pedagang jangan menaikkan harga yang tidak sesuai semestinya.

Pantauan TribunBatam.id di Pasar Bintan Center, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri untuk harga daging sapi segar per kilogram Rp 150 ribu.

Kemudian, untuk daging sapi beku Rp 100 ribu perkilogram.

Untuk daging ayam, harganya mulai Rp 38 ribu sampai Rp 39 ribu perkilogramnya.

Baca juga: Kemenag Batam Pantau Hilal di VTS Center Sengkuang Tentukan 1 Ramadhan 1446 Hijriah

“Apalagi kepada distributor, jangan malah menimbun. Siap-siap pasti berurusan dengan aparat penegak hukum,” tegasnya.

Sebelumnya, sidak pasar jelang Ramadhan sudah dilakukan Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura.

Wagub Kepri yang didampingi sejumlah Kepala Dinas mengunjungi Pasar Bintan Center dan Gudang Bulog di Tanjungpinang.

Berdasarkan data harga bahan pokok Disperindag Kepri, komoditas utama tercatat untuk Beras medium Rp12.643 ribu perkilogram, tepung terigu Rp10.929 perkilogram.

Kemudian, Minyak goreng curah Rp15.75 perkilogram, daging sapi beku Rp100.167 perkilogram, ayam broiler Rp39.571 perkilogram, cabai merah Rp77.714 perkilogram, dan Gula Rp16.143 perkilogram.

Baca juga: Pengadilan Negeri Batam Sesuaikan Jam Operasional Selama Ramadhan

Kadis Disperindag Kepri, Aries Fhariandy mengatakan, bila terjadi kenaikan harga bangan pangan disebabkan faktor alam, maka akan dilakukan operasi pasar.

“Seperti gelar pasar murah sebagai bentuk intervensi dari pemerintah. Tapi untuk di Kepri sejauh ini masih stabil. Ada sedikit naik turun saja,” ucapnya. (TribunBatam.id/Endra Kaputra)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved