Rabu, 20 Mei 2026

RAMADAN 2025

Hilal Awal Ramadan di Tanjungpinang Tak Terlihat, BMKG: Terhalang Awan Konvektif

Kepala BMKG Tanjungpinang, Ahmad Kosasih, sebut langit tertutup awan tebal sejak matahari terbenam. Kondisi itu buat hilal Ramadan tak terlihat

Tayang:
Penulis: Yuki Vegoeista | Editor: Dewi Haryati
TribunBatam.id/Yuki Vegoeista
HILAL RAMADAN TAK TERLIHAT - Ketua BMKG Tanjungpinang, Ahmad Kosasih saat memberikan keterangannya di lokasi pemantauan hilal di Pantai Setumu. Dari hasil pantuan di lapangan, hilal awal Ramadan 1446 Hijriah tak terlihat karena langit tertutup awan tebal sejak matahari terbenam. 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Pengamatan hilal atau rukyatul hilal awal Ramadan 1446 Hijriah di Tanjungpinang pada Jumat (28/2/2025) ini tidak dapat dilakukan secara optimal. Itu akibat kondisi cuaca yang kurang mendukung. 

Kepala BMKG Tanjungpinang, Ahmad Kosasih, menyampaikan langit tertutup awan tebal sejak matahari terbenam.

“Perlu kami sampaikan bahwa kegiatan pengamatan hilal (awal Ramadan) di Tanjungpinang tidak dapat dilakukan dengan baik karena kondisi cuaca. Awan yang tumbuh cukup banyak, akibat wilayah ini merupakan area belokan angin dan perairan hangat,” ujar Ahmad dalam keterangannya kepada media di lokasi pemantauan hilal di Pantai Setumu Tanjungpinang.

Menurutnya, meskipun secara hisab ketinggian hilal di Indonesia sudah memenuhi syarat di atas 3 derajat sesuai ketentuan MABIMS, pengamatan visual di Tanjungpinang terganggu karena faktor cuaca. 

Baca juga: Kemenag Kepri Pantau Hilal Awal Ramadan 2025 di Pantai Setumu: NU, Muhammadiyah Dilibatkan

Ketinggian hilal sendiri tercatat di angka 4,48 derajat, namun langit yang terus berawan hingga hujan ringan menghalangi penglihatan.

“Kami sudah siapkan teropong khusus untuk mengamati benda langit, termasuk bulan dan matahari. Namun, sejak sore hingga malam, kondisi berawan tidak berubah,” tambahnya.

Sebagai informasi, wilayah Kepulauan Riau (Kepri), termasuk Tanjungpinang, dikenal sebagai area dengan pertumbuhan awan konvektif yang masif akibat perairan hangat dan pola angin yang dinamis.

Meskipun angin cukup kencang, awan tetap menutup langit dan menyebabkan hujan ringan di beberapa titik.

BMKG Tanjungpinang mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil sidang isbat yang akan menentukan penetapan awal bulan berdasarkan penghitungan hisab dan laporan pengamatan dari berbagai daerah di Indonesia.

“Kita tunggu hasil sidang isbat malam ini, dan tentunya kita akan mematuhi keputusan yang diambil,” pungkas Ahmad. 

Sementara itu dari hasil sidang isbat yang digelar Kementerian Agama RI di Jakarta, ditetapkan 1 Ramadan 1446 Hijriah jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025.

Baca juga: Kemenag Karimun Kepri Pantau Hilal Awal Ramadan 2025 di Pantai Pelawan Sore Ini

Itu berarti awal puasa Ramadan 1446 Hijriah dari pemerintah sama dengan Muhammadyah.

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, mengatakan, kondisi obyektif hilal malam ini dari Indonesia bagian Timur, Indonesia bagian Tengah, Indonesia bagian Barat memang tidak dimungkinkan menyaksikan hilal.

"Maka kita terpaksa menunggu hilal sampai di barat, karena di Aceh yang penuhi syarat elongasi dan ketinggian hilal," kata Nasaruddin. (TribunBatam.id/Yuki Vegoeista)

Baca berita Tribunbatam.id lainnya di Google News

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved