Minggu, 12 April 2026

Dadang Kabid Dishub Bogor yang Diduga Sunat Uang Kompensasi Sopir Angkot Menangis

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi rekam momen Kabid Lalu lintas dan Angkutan Dishub Kabupaten Bogor Dadang Kosasih menangis

|
Editor: Dewi Haryati
Instagram @dedimulyadi71
PEJABAT DISHUB BOGOR NANGIS - Kabid Dishub Kabupaten Bogor, Dadang Kosasih, menangis setelah dirinya tersandung kasus dugaan pemotongan uang kompensasi sopir angkutan umum. (Tangkapan layar Instagram Dedi Mulyadi). 

BOGOR, TRIBUNBATAM.id - Dadang Kosasih, pejabat di Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor menangis, setelah terseret dalam kasus dugaan penyunatan uang kompensasi sopir angkot di jalur puncak.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merekam momen Kepala Bidang Lalu lintas dan Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor itu menangis lewat Instagram pribadinya pada Minggu (6/4/2025).

Dalam video tersebut, Dadang Kosasih masih menggunakan seragam dinasnya.

Ia nampak mengusap air mata di wajahnya beberapa kali dengan napas terisak.

Baca juga: Berani-beraninya Sunat Uang Bantuan untuk Sopir Angkot Puncak Bogor, Dedi Mulyadi: Preman Berseragam

"Pokoknya layani masyarakat. Ternyata jawabannya, Allah kasih jawaban melalui Pak Gubernur," ujar Dadang sambil menangis.

Ia pun siap dengan konsekuensinya.

"Apapun itu, harus siap," ujar seorang pria di dekat Dadang.

Sebagai informasi, Dishub Bogor ikut terseret dalam kasus ini, setelah salah seorang sopir angkot yang menjadi korban penyunatan, Emen, menyebut instansi tersebut.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pun dibuat geram dengan kejadian ini.

Tujuan awal Dedi Mulyadi memberikan uang bantuan ke sopir angkot, agar mereka bisa beristirahat saat momen lebaran.

Tak tahunya, uang bantuan untuk sopir angkot Puncak Bogor itu malah disunat Rp200 ribu.

Seharusnya, para sopir angkot menerima kompensasi sebesar Rp1,5 juta. Terdiri dari uang tunai Rp1 juta dan sembako senilai Rp500 ribu.

Kendati demikian, para sopir angkot menyetorkan uang Rp200.000 per orang kepada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Dugaan penyunatan uang kompensasi itu pun mencuri perhatian Gubernur Jabar yang menginisiasi program tersebut.

Dadang Kosasih Tegaskan Tak Terlibat

Sebelumnya, Dadang Kosasih juga telah memberikan klarifikasi terkait adanya dugaan penyunatan uang kompensasi sopir angkot di Jalur Puncak tersebut.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved