Natuna Terkini
Tradisi Makan Bedulang, Simbol Kebersamaan dan Warisan Leluhur di Tanah Melayu Natuna
'Makan Bedulang', sebuah tradisi khas masyarakat Melayu yang masih bisa dijumpai di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Penulis: Birri Fikrudin | Editor: Agus Tri Harsanto
TRIBUNBATAM.id, NATUNA - Di tengah derasnya arus modernisasi, masih ada tradisi yang bertahan dan menjadi perekat nilai-nilai luhur dalam masyarakat.
Salah satunya adalah 'Makan Bedulang', sebuah tradisi khas masyarakat Melayu yang masih bisa dijumpai di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Tak hanya menyajikan makanan, tapi juga memberikan filosofi kehidupan.
Kata Bedulang berasal dari 'Dulang' yang dikenal masyarakat sebagai nampan besar yang digunakan untuk menyajikan hidangan.
Namun, dalam arti yang lebih luas, makan bedulang adalah prosesi makan bersama dalam satu dulang oleh empat orang yang duduk bersila saling berhadapan.
Lebih dari sekadar cara menyantap makanan, makan bedulang adalah bagian dari tradisi, adab, dan simbol kehidupan masyarakat Melayu yang sarat akan makna.
“Tradisi Makan Bedulang ini merupakan tradisi masyarakat Melayu yang sudah ada secara turun-temurun dari zaman dulu,” jelas Hadisun, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Natuna. Selasa (8/4/2025).
Menurutnya, makan bedulang mengajarkan arti dari sopan santun, tata krama, dan budi pekerti yang luhur.
“Dalam tata caranya makan bedulang ini, orang yang lebih tua itu didahulukan untuk mengambil makanan, sedangkan yang muda sebisanya mengambilkan makanan untuk yang tua,” ujarnya.
Makan bedulang biasanya dilakukan dalam berbagai acara penting seperti pernikahan, syukuran, tahlilan, haul, tepung tawar, sunatan, hingga acara adat lainnya.
Bahkan, untuk skala kecilnya bisa dijumpai pada rumah tangga Melayu masyarakat pedesaan di Natuna, dimana tradisi ini masih dilestarikan dalam kehidupan sehari-hari.
"Kalau di kota Ranai, makan bedulang ini juga masih bisa ditemukan, meski umumnya hanya dalam acara-acara tertentu saja," terangnya.
Salah satu keunikan yang tak bisa dilepaskan dari makan bedulang adalah posisi duduknya, yang dilakukan dengan duduk bersila, dengan kaki disilangkan dibagian betis.
Selain itu, hidangan dalam dulang biasanya dilindungi oleh 'tudung saji' atau penutup makanan, yang terbuat dari anyaman daun pandan yang bermotif khas.
Dulang tersebut tentunya menjadi pusat dari interaksi sosial yang hangat dari masyarakat, dengan saling membagi makanan, bercengkerama, dan mempererat silaturahmi.
| Viral Penipuan Orderan Fiktif di Natuna, Sejumlah Pelaku UMKM Alami Kerugian |
|
|---|
| LHKPN Terbaru Cen Sui Lan, Harta Turun Drastis Jadi Rp19,8 Miliar Saat Jadi Bupati Natuna |
|
|---|
| LHKPN Bupati Natuna Viral, KPK Buka Suara Soal Lonjakan Harta Cen Sui Lan |
|
|---|
| Bappenas Turun ke Natuna, Bahas Pengembangan Geopark Natuna Tembus Pengakuan UNESCO |
|
|---|
| Halal Bihalal di Natuna, Gubernur Kepri Ansar Ajak Warga Perkuat Persatuan dan Dukung Pembangunan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/TRADISI-MAKAN-BEDULANG.jpg)