Jumat, 1 Mei 2026

POLISI DITEMBAK BNN

Insiden Berdarah Polisi di Kalsel Ditembak BNN karena Diduga Terlibat Peredaran Sabu

kronologi insiden berdarah polisi ditembak oleh anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) Kalimantan Selatan pada Selasa (29/4/2025).

Tayang:
Editor: Khistian Tauqid
lustrasi Grafis/Tribun-Video.com
POLISI DITEMBAK BNN - Ilustrasi Polisi. Berikut ini adalah kronologi insiden berdarah polisi ditembak oleh anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) Kalimantan Selatan pada Selasa (29/4/2025) sekira pukul 11.48 WITA. 

TRIBUNBATAM.id - Berikut ini adalah kronologi insiden berdarah polisi ditembak oleh anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) Kalimantan Selatan pada Selasa (29/4/2025) sekira pukul 11.48 WITA.

Polisi tersenit adalah anggota Polsek Limpasu, Polres Hulu Sungai Tengah (HST), Polda Kalsel, berpangkat Brigadir berinisial MD.

Penyebabnya karena MD terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu yang sedang diburu oleh BNN Kalsel.

Menurut sumber Banjarmasin Post, kejadian bermula ketika BNN Kalsel bersama dengan Polda melakukan penggerebekan di salah satu rumah makan.

Mengetahui ada penggerebekan, MD mencoba melarikan diri hingga akhirnya BNN terpaksa melepaskan timah panas.

"Dia ditangkap di sebuah rumah makan di kawasan jalan Muis Redhani. Karena berupaya kabur akhirnya ditembak," kata sumber tersebut.

Selain itu, seorang tersangka yang ditangkap sudah memberikan keterangan terkait keterlibatan MD.

Sumber itu mengatakan tersangka terlebih dahulu ditangkap di Banjarmasin dan mengakui telah bekerjasama dengan MD untuk menjalankan bisnis haram tersebut.

Pengakuan tersangka itulah yang membuat BNN Kalsel bersama Polda melakukan penangkapan terhadap MD.

Kini, MD sempat dirawat di Rumah Sakit Damanhuri Barabai dan menderita dua luka tembak di bagian tangan dan paha.

Namun, lantaran parahnya luka yang dideritanya, MD dipindah ke Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin.

Baca juga: Ibu hamil Diduga Diculik Usai Pulang Periksa Kandungan di Bandung, Suami Lapor Polisi

Aksi penggerebekan dan penembakan terhadap MD ini juga dibenarkan oleh Kapolres HST, AKBP Jupri Tampublolon, melalui Kasubsi Humas Aipda H Musaini.

Husaini menuturkan pihaknya mendukung langkah BNN dan Polda utnuk memberantas peredaran narkoba di HST.

"Mengenai kronologis dan bagaimana keterlibatan oknum anggota tersebut, kasusnya ditangani BNN Kalsel. Yang jelas Polres HST sangat mendukung pemberantasan narkoba di bumi Kalsel termasuk di HST,"kata Husaini.

Sementara, Kepala BNN Kalsel, Brigjen Pol Wisnu Andayana menuturkan kasus ini masih dalam penyelidikan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved