SPBU KABIL BATAM VIRAL
Buntut Video Viral, 13 Karyawan SPBU Kabil Batam Dirumahkan, Satu Ditahan Polisi
Dampak video viral pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite di SPBU Kabil Batam, sejumlah karyawan dirumahkan, satu lagi ditahan polisi
Penulis: Pertanian Sitanggang | Editor: Dewi Haryati
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Pasca viral video pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 14.294.716 di Jalan Patimura, Kabil, Batam, 13 karyawan dirumahkan dan satu orang ditahan polisi.
Saat ini SPBU Kabil tetap melayani masyarakat yang ingin mengisi BBM. Hanya saja BBM yang tersedia di SPBU tersebut hanya Dexlite, Pertamax dan solar.
Ditemui di lokasi, Foreman SPBU yang ditugaskan sementara di SPBU Kabil Batam, Wiryus, mengatakan saat ini seluruh karyawan yang sebelumnya bekerja di SPBU tersebut dirumahkan.
"Setahu saya semua dirumahkan dan satu orang ditahan polisi, kayaknya di Polda Kepri," kata Wiryus, Senin (5/5/2025).
Baca juga: Polda Kepri Tetapkan Satu Petugas SPBU Kabil Batam Jadi Tersangka Dugaan Penyelewengan BBM
Wiryus mengatakan, dirinya bersama petugas yang bekerja saat ini merupakan karyawan dari Bandara dan sebagian dari SPBU Seraya.
"Jadi kami ini karyawan copotan dari tempat lain untuk menggantikan kawan-kawan yang dulunya kerja di sini," kata Wiryus.
Ia mengaku tidak mengetahui persis kejadian di SPBU Kabil Batam yang viral di media sosial.
"Kalau kita ditanya kita tidak tahu, karena kita bukan pekerja di sini, tapi SPBU lain, yang bosnya sama," kata Wiryus.
Ia menduga, 13 karyawan itu dirumahkan karena masih terkait pemeriksaan di Polda Kepri.
"Mungkin mereka masih dipanggil, makanya mereka dibebastugaskan," kata Wiryus.
Sementara untuk penyegelan pompa atau nozele yang dilakukan Polda Kepri pada Kamis (1/5/2025), dilakukan setelah video viral.
"Itu disegel setelah video viral, besoknya langsung disegel," ujarnya.
Baca juga: Viral di Batam Isi Pertalite di SPBU Kabil, Ditreskrimsus Polda Kepri Jadikan Atensi
Setelah pompa disegel, seluruh karyawan baik dari shift pertama sampai shift tiga dirumahkan.
"Sebelumnya ada tiga shift di sini, dan jumlah karyawannya 14 orang. Jadi semua mereka dirumahkan," kata Wiryus.
Ia mengaku tak tahu menahu kebijakan apa yang dilakukan pimpinan pasca kejadian itu.
"Ya itu urusan pimpinanlah. Mereka yang memiliki kebijakan. Kalau kita inikan hanya pekerja dan terima gaji," ujarnya. (Tribunbatam.id/Pertanian Sitanggang)
| SPBU Kabil di Batam Beroperasi Normal, Sempat Kena Sanksi Usai Viral Isi Pertalite Pakai Jeriken |
|
|---|
| Istri Tersangka Kasus Isi BBM di SPBU Kabil Batam Menangis Minta Keadilan: Saya Merasa Terzalimi |
|
|---|
| Pelaku Pengisian Pertalite Pakai Jerigen Masih Anak Dibawah Umur, Statusnya Masih Saksi |
|
|---|
| Selama Lima Bulan, Pelaku Penyelewengan BBM di Batam Raup Untung Hingga Rp 2 Miliar |
|
|---|
| Polisi Bongkar Penyelewengan BBM di Batam, Ternyata Pelaku Manfaatkan Anak Dibawah Umur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Disegel-pompa-SPBU.jpg)